Dirut RSUD Siap Bangun RS Darurat dan Tambah Tempat Isolasi Mandiri

Dirut RSUD Siap Bangun RS Darurat dan Tambah Tempat Isolasi Mandiri
Foto: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Rumah Sakit (RS) Darurat Kota Bogor ditetapkan akan dibangun di GOR Pajajaran, selain itu untuk menambah tempat isolasi orang tanpa gejala (OTG) akan dibangun tempat isolasi OTG di hotel kawasan Bogor Utara untuk menunjang kapasitas kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) Lido.

"RS Darurat ditetapkan akan dibangun di dekat kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor, dengan kapasitas 72 Tempat Tidur (TT) itu untuk pasien dengan gejala. Jadi 10 hari ini harus siap, kami sudah pertemuan dengan Dispora dan Dinas Arsip. Pengosongan itu satu dua hari ini sudah kosong dan nanti memakai lift darurat dahulu," ungkap Direktur RSUD Kota Bogor Ilham Chaidir yang juga Kepala Satgas RS Darurat Kota Bogor kepada INILAH, Senin (21/12/2020) siang.

Ilham melanjutkan, kondisi saat ini gedung belum memiliki tekanan negatif, buat tekanan negatif, akan disetting nanti. Ditambah mendapatkan dua tenda dari BNPB, satu untuk di RSUD Kota Bogor dan satu lagi di GOR Pajajaran untuk pasien dilapangan. 

"Tenda ini untuk pasien Covid-19 juga, ada AC nya juga. Ditengah dengan tenda, di GOR Pajajaran bisa sampai 80 orang jadinya kapasitasnya," tambahnya.

Ilham menerangkan, lift darurat akan disewa, akan meminta bantuan juga yang bisa bikin, semisal dari Jakpro atau manapun. 

"Pokoknya untuk yang bisa bikin lift darurat, kami siap sewa. Anggaran dimasukan untuk cico resort untuk membackup BNN dan nantinya juga akan ada yang berjaga 24 jam," terangnya.

Ia menjelaskan, untuk anggaran akan disediakan Rp4 miliar. Namun, untuk rumah sakit darurat diharpkan Rp350 juta cukup. Untuk kapasitas di Cico resort ada sekitar 72 sampai 80 untuk OTG.

"Untuk yang bergejala di GOR Pajajaran, tenaga kesehatan (nakes) tengah dihitung kebutuhannya, tapi RS Darurat disatu tingkatkan dengan rumah sakit. Bukan sekedar Nakes tapi ada cleaning servis dan lainnya. Total itu kisaran 128 orang dengan 70 nakes, kami lihat sambil berjalan. Karena kami tempat tidur kewalahan, pertarungan panajng dan Nakes mulai bertumbangan. Jadi GOR untuk yang OTG bergejala saja," pungkasnya. (Rizki Mauludi)