Di Kabupaten Bogor, Wisatawan Diwajibkan Menyertakan Hasil Non-reaktif Rapid Test Antigen

Di Kabupaten Bogor, Wisatawan Diwajibkan Menyertakan Hasil Non-reaktif Rapid Test Antigen
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Bogor - Kini, wisatawan yang ingin berkunjung ke Kabupaten Bogor di masa liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) harus mengantongi hasil non-reaktif rapid test antigen. Pemkab Bogor menerapkan kebijakan itu sebagai antisipasi penyebaran Covid-19. 

"Kami mewajibkan wisatawan yang ingin berwisata terlebih menginap di hotel harus menyertakan hasil non-reaktif rapid test antigen. Hal ini dilakukan demi mencegah penyebaran Wabah Covid 19," ucap Bupati Bogor Ade Yasin kepada wartawan, Senin (21/12/2020).

Dia pun meminta pengelola restoran, hotel dan objek wisata disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan (Prokes) Covid 19.

"Tenaga Satgas Penangganan Covid 19 Kabupaten Bogor terbatas hingga kita meminta agar pengelola restoran, hotel dan objek wisata disiplin dalam menerapkan Prokes Covid-19 dan selrktif dalam menerima kunjungan wisatawan, kita harus tegas kalau wisatawan tidak disertakan hasil non reaktif Covid 19 minimal 3 hari sebelumnya, maka ga usah (datang) karena itu syarat yang sudah jamak berlaku di banyak tempat," pintanya.

Sementara itu, Juru bicara Satgas Penangganan Covid-19 Irwan Purnama memaparkan kewajiban menyertakan hasil non reaktif rapid test antigen diberlakukan dibmasa liburan Natal (24-27 Desember) dan liburan Tahun Baru (31 Desember-3 Januari).

"Kebijakan harus menyertakan hasil non reaktif rapid test antigen  ini hanya diberlakukan di masa liburan Natal dan Tahun Baru, untuk memastikan aturan iru dilaksanakan maka kami akan melakukan pengecekan di titik-titik yang sudah kami sepakati," papar Irwan.

Ketua Harian Satgas Penangganan Covid-19 Kabupaten Bogor Burhanudin menjelaskan, jajarannya akan membentuk 9 posko gabungan terkait mengantisipasi penyebaran wabah Covid-19, bencana alam Hydrometereologi dan juga kemacetan lalu lintas.

"Tim gabungan atau Satgas Penangganan Covid-19 akan membentuk 9 posko di 9 titik yaitu Gadog, Pasar Cisarua, Gunung Mas, Rindu Alam, Cisarua, Pamijahan, Tamansari, Sukamakmur dan Taman Buah Mekarsari,Cileungsi dimana didalamnya tergabung polisi, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Palang Merah Indonesia (PMI) dan Pramuka," jelas Burhanudin.

Raya Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor menuturkan selain ada di Posko Gabungan, personil BPBD juga akan buat pos khusus di Terminal Leuwiliang, Situ Telaga Warna, Cisarua dan Alun-alun Jonggol.

"Sesuai prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahwa wilayah Kabupaten Bogor berpotensi terhadap bencana alam hydrometeorologi seperti banjir, tanah longsor dan angin kencang dan fenomena La Nina hingga awal Februari mendatang. Oleh karena itu personil BPBD kita siagakan di wilayah timur, barat utara dan selatan Bumi Tegar Beriman," tutur Raya. (Reza Zurifwan)