Nadiem: Kurikulum Pendidikan Vokasi Harus Berfokus pada Industri

Nadiem: Kurikulum Pendidikan Vokasi Harus Berfokus pada Industri
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim. (antara)

INILAH, Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengatakan kurikulum dan pengajaran pendidikan vokasi harus berfokus pada industri.

"Jadi sekarang sentral pusat dari pada kurikulum dan pengajaran harus berfokus pada industri, dan peran industri harus ditingkatkan untuk menjadi pemilik konten daripada sekolah-sekolah vokasi kita," ujar Nadiem dalam webinar di Jakarta, Senin.

Dia menjelaskan pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sangat serius dalam pengembangan pendidikan vokasi. Salah satunya ditunjukkan dengan berbagai program yang mendukung link and match atau perkawinan massal antara pendidikan vokasi, baik itu SMK maupun politeknik dengan industri.

Tujuan dari link and match menyelaraskan pendidikan vokasi dengan dunia usaha dan industri yang dilakukan mulai dari penyusunan kurikulum dan sertifikasi kompetensi sesuai dengan standar Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI).

Kemudian, kata Nadiem, memperbesar peran DUDI dalam pembelajaran melalui guru atau dosen, ahli dari kalangan industri dan riset terapan berbasis kebutuhan nyata dan seterusnya.

Dia juga menjelaskan untuk mendorong pengembangan pendidikan vokasi, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan super tax dèduction, yakni insentif perpajakan yang diberikan oleh pemerintah bagi industri yang terlibat dalam melaksanakan berbagai macam program pendidikan vokasi.

Kebijakan itu, katanya, bertujuan memperluas kesempatan pendidikan vokasi untuk melakukan kerja sama dengan jauh lebih banyak industri.

"Hal ini sangat penting untuk dapat meningkatkan kualitas pendidikan vokasi. Melalui kebijakan ini pendidikan vokasi dapat memiliki kesempatan jauh lebih besar untuk memperoleh mitra dalam pengembangan kurikulum, meningkatkan kualitas dan kuantitas pembelajaran, serta kegiatan prakerja atau pemagangan," ujar Nadiem.

Menurut dia, insentif pajak tersebut diharapkan dapat menjadi pendorong DUDI yang selama ini belum cukup terlibat dalam perkembangan pendidikan vokasi, untuk turut terlibat dan memberikan kontribusi nyata pada pendidikan vokasi. (antara)