Inilah Curahan Hati Seorang Guru di Momen Hari Ibu

Inilah Curahan Hati Seorang Guru di Momen Hari Ibu
istimewa

INILAH, Bandung - Di Indonesia Hari Ibu diperingati pada 22 Desember setiap tahunnya. Peringatan khusus untuk kaum wanita ini memiliki kisah dan sejarah panjang. Hal ini juga berkaitan dengan para pejuang wanita.

Ya, seorang ibu merupakan 'guru' pertama bagi anak-anaknya dan ibu selalu memberi yang terbaik untuk anak-anaknya dengan setulus hati.

Sama halnya dengan Widi Suryatiningsih yang memiliki dua anak. Guru SDN 046 Sindanglaya, Kota Bandung ini harus memberikan pelayanan yang maksimal dalam pembelajaran, meskipun di tengah pandemi seperti sekarang ini.

Perjuangannya, kata Widi, harus lebih ekstra karena memang selain harus mengajar siswa-siswa, dia juga harus mendampingi anak-anak kandungnya sendiri. Perjuangan seorang ibu itu memang luar biasa, manakala ibu-ibu harus bekerja dan mendampingi anak-anaknya selepas pekerjaaan rumah selesai.

"Apalagi seorang ibu guru yang kerjanya lebih ekstra karena menerima tugasnya itu sampai malam. Jadi memang butuh kecakapan khusus, supaya dua-duanya bisa ideal," ujar Widi yang juga salah satu nomonator Een Sukaesih Award (ESA) 2019 ini, Selasa (22/12/2020).

Dia mengatakan, kesulitan dalam mengajar anak kandung sendiri adalah, bahwa seorang ibu dan anak-anak harus memiliki mood (suasana hati) yang bagus dalam mengajar dan diajar, apalagi anak yang pertama kelas 2 SD dan yang kedua TK.

"Yang paling sulit itu ketika mendampingi anak saya yang TK, karena tugasnya harus video, kemudian yang namanya anak TK itu mood nya tidak bisa seperti anak SD. Jadi yang paling berat itu. Mengkondisikan mood anak pada saat dirumah, sementara kita juga punya harus punya waktu mendampingi di sekolah, apalagi kalau saya mah setiap hari harus ke sekolah," papar Widi.

Dalam mengajarkan anak-anak ini tentu banyak kendala yang harus ditangani. Seorang guru harus kreatif dalam menyampaikan melalui YouTube. Selain itu, ada juga yang sifatnya video yang dimasukan ke WhatsApp (WA) dan itu memang cukup menyita storage (penyimpanan) Handphone (HP).

"Jadi kesulitannya itu, jaringan, mood anak juga, kemudian tugas-tugasnya harus didampingi full kalau anak usia dini dan anak SD," terangnya.

Sebagai seorang guru dia berharap, mau apapun kondisi seorang ibu, pasti dia ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya, sehingga anak-anak bisa melihat perjuangan seorang ibu. Jadi tidak serta merta Ibu itu hanya mendampingi anak dan banyak memberikan makan saja, membetikan kesenangan saja, tapi di bidang pendidikan seorang Ibu pasti ingin memberikan yang terbaik.

"Semoga dengan saya tetap mempertahankan ini antara pekerjaan dengan rumah, semoga membuat anak makin sayang saya sebagai ibunya," pungkas Widi. (Okky Adiana)