Robert Alberts Pantau Pemain Melalui Jam Tangan

Robert Alberts Pantau Pemain Melalui Jam Tangan
dok/inilahkoran

INILAH, Bandung - Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts memastikan tidak mengalami kesulitan untuk memantau kondisi para pemainnya. 

Menurutnya, banyak cara dilakukan tim pelatih untuk mengetahui kondisi para pemainnya meski mendapatkan jatah libur selama dua bulan akibat ketidakpastian jadwal lanjutan Liga 1 2020. 

Pelatih asal Belanda ini mengatakan para pemainnya menjalankan program latihan melalui rekaman video. Sehingga hal itu membuat tim pelatih dengan mudah melihat perkembangan para pemainnya. 

"Para pemain juga memiliki program latihan individu berdasarkan kelemahan mereka masing-masing. Mereka juga punya program latihan yang dilakukan dalam waktu yang bersamaan tapi di tempat masing-masing pemain," kata Robert di kanal youtube Persib. 

Selain itu, pelatih berusia 65 tahun ini juga memantau detak jantung para pemainnya. Tujuannya untuk mengetahui kapasitas kemampuan pemain itu sendiri. 

"Kami mengamati detak jantung mereka untuk memastikan bahwa kita tetap dalam kapasitas tertentu dalam tingkatan latihan agar saat kembali berlatih bersama semua pemain berada di dalam kondisi yang relatif setara," tuturnya. 

Robert mengaku tak mengalami kesulitan untuk mengetahui detak jantung setiap pemainnya. Sebab hal itu bisa diukur melalui jam tangan yang digunakan para pemainnya. 

"Mereka mengirimkan gambar dari jam tangan yang mengukur detak jantung mereka. Kami kemudian melihat hasilnya setelah latihan dan kami memonitor ada di mana zona kebugaran mereka," bebernya. 

Dengan begitu, Robert mengetahui kekuatan dari masing-masing pemain, baik saat menjalani latihan secara sub maksimum, maksimum, low maksimum, anaerobik hingga aerobik. 

"Tapi apabila kita melakukan explosive training, hal tersebut memiliki tingkatan latihan yang tinggi. Kami bisa melihatnya dari frekuensi detak jantung," pungkasnya. (Muhammad Ginanjar)