Libur Nataru, DPRD Jabar Imbau Masyarakat Diam di Rumah

Libur Nataru, DPRD Jabar Imbau Masyarakat Diam di Rumah
net

INILAH, Bandung – Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat Siti Muntamah mengimbau kepada masyarakat untuk diam di rumah kendati akan menjalani libur Natal dan Tahun Baru.

Dia mengatakan, saat ini jumlah masyarakat yang terpapar Covid-19 semakin banyak. Sehingga butuh keseriusan bersama, untuk mencegah agar tidak kian parah. Terlebih saat ini kesadaran masyarakat dalam menaati protokol kesehatan sudah mulai menurun dan berisiko bertambahnya jumlah korban, jika tidak ada kesadaran dalam pencegahannya.

“Kami dari DPRD Jabar mengimbau kepada masyarakat, agar pada libur natal dan tahun baru nanti untuk diam di rumah. Soalnya sangat berisiko. Sekarang saja sudah semakin parah. Kami berharap masyarakat untuk lebih hati-hati, lebih serius dalam penanganan Covid-19 ini. Persoalan ini enggak bisa diselesaikan hanya sebagian pihak saja. Tetapi harus semua pihak. Kita semua harus aktif bertanggungjawab, untuk mencegah penularan,” ujar Siti kepada INILAH, Selasa (22/12/2020).

“Sementara jangan kemana-mana, kecuali kalau mendesak. Kita semua harus memiliki kesadaran yang tinggi dan bertanggungjawab, untuk memutus mata rantai penyebaran dari Covid-19 ini. Sebab kita semua ini adalah perantara, supaya Covid-19 ini bisa berakhir. Kita sudah terlalu lama begini, jadi jangan dibuat semakin lama. Kasihan, anak tidak bisa sekolah. Terus kita juga mau aktivitas jadi susah. Mari sama-sama kita tumbuhkan kesadaran kita untuk lawan Covid-19, dengan kurangi keluar rumah,” sambungnya.

Selain itu, Siti juga meminta kepada masyarakat untuk tidak bersikap acuh tak acuh lantaran sudah ada vaksin. Sebab kata dia, dengan adanya vaksin belum tentu menjamin 100 persen aman. Hal terbaik yang harus dilakukan saat ini lanjut dia, adalah dengan tetap disiplin mengikuti protokol kesehatan.

“Libur sebentar November kemarin saja lonjakannya luar biasa. Maka dari itu, kita harus tetap disiplin. Walaupun sekarang sudah ada vaksin. Tetapi tetap saja, protokol kesehatan seperti pakai masker, disiplin cuci tangan, hindari kerumunan tetap yang paling baik. Soal vaksin tar dulu deh. Mari kita bantu tenaga kesehatan kita dengan tetap tinggal dirumah, agar tidak ada lagi korban yang bertambah,” tandasnya. (Yuliantono)