Kepungan Corona Menggila, Pemkab Garut Siapkan Rumah Sakit Darurat

Kepungan Corona Menggila, Pemkab Garut Siapkan Rumah Sakit Darurat
Kepungan Corona Menggila, Pemkab Garut Siapkan Rumah Sakit Darurat

INILAH, Garut,- Menjelang akhir tahun 2020, kasus penularan Covid-19 di Kabupaten Garut terus meningkat dengan kasus kematian juga bertambah. Berkaitan zona risiko penularan Covid-19, dari sebanyak 42 kecamatan yang ada di Kabupaten Garut kini bahkan tak satu pun berada pada zona hijau.

Kendati sebaran penularan Covid-19 di Kabupaten Garut masih menyisakan satu kecamatan belum terdampak, yakni Kecamatan Mekarmukti. Di kecamatan tersebut tidak dilaporkan adanya kasus positif Covid-19 melainkan hanya kasus suspek dan kontak erat.

Akan tetapi merujuk peta level kewaspadaan Covid-19 tingkat kecamatan di Kabupaten Garut periode 10-20 Desember 2020, Kecamatan Mekarmukti masuk pada zona kuning dengan risiko rendah penularan Covid-19. Kecamatan lain masuk zona kuning yakni Kecamatan Cihurip, Cikelet, Cibalong, Pamulihan, Cisewu, Caringin, dan Kecamatan Talegong.

Jumlah kecamatan masuk zona merah dengan risiko tinggi penularan Covid-19 mencapai sebanyak 14 kecamatan. Yakni Kecamatan Garut Kota, Karangpawitan, Wanaraja, Tarogong Kaler, Tarogong Kidul, Samarang, Leles, Cibatu, Sukawening, Bayongbong, Cilawu, Cikajang, Pameungpeuk, dan Kecamatan Balubur Limbangan.

Terdapat dua kecamatan sebelumnya masuk zona merah namun kemudian turun pada level zona oranye dengan risiko penularan sedang, yaitu Kecamatan Kadungora dan Kecamatan Malangbong.

Sebaliknya, dua kecamatan sebelumnya berada di zona oranye, masuk zona merah, yaitu Kecamatan Pameungpeuk dan Kecamatan Sukawening. Kecamatan masuk zona oranye sendiri mendominasi zona risiko penularan Covid-19 di Kabupaten Garut, mencapai sebanyak 20 kecamatan. Yakni Kecamatan Pangatikan, Sucinaraja, Banyuresmi, Pasirwangi, Kadungora, Leuwigoong, Kersamanah, Malangbong, Karangtengah, Cigedug, Cisurupan, Sukaresmi, Singajaya, Banjarwangi, Peundeuy, Cisompet, Bungbulang, Pakenjeng, Selaawi, dan Kecamatan Cibiuk.

Dilihat dari perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Garut hingga 22 Desember 2020, ada sebanyak 41 kecamatan ditemukan kasus positif Covid-19. Dari jumlah tersebut, sebanyak 36 kecamatan di antaranya masing-masing memiliki kasus positif Covid-19 di atas sepuluh kasus. Sebanyak sepuluh kecamatan bahkan memunyai jumlah kasus positif Covid-19 di atas seratus kasus. Yaitu Kecamatan Bayongbong (102), Malangbong (103), Leles (121), Samarang (258), Karangpawitan (203), Pangatikan (232), Cilawu (261), Tarogong Kaler (283), Garut Kota (375), dan Kecamatan Tarogong Kidul (427).
Hanya ada lima kecamatan memiliki jumlah kasus positif Covid-19 di bawah sepuluh kasus, yaitu Kecamatan Caringin (1), Cihurip (3), Pamulihan (4), Cisewu (5), dan Kecamatan Talegong (6).

Selain pada kecamatan di kawasan perkotaan, peningkatan signifikan kasus positif Covid-19 belakangan terjadi pada kecamatan-kecamatan di wilayah selatan Garut. Sampai-sampai Bupati Garut Rudy Gunawan pun menyengaja mengunjungi wilayah selatan Garut untuk mengawasi perkembangan kasus Covid-19, sekaligus melakukan koordinasi kesiapan fasilitas pelayanan pasien Covid-19 di sana.

Rudy menyebutkan, Pemkab Garut juga akan menyiapkan beberapa tempat sebagai rumah sakit darurat Covid-19 kalau-kalau situasi perkembangan Covid-19 di wilayah selatan semakin memburuk. “Nah, ini harus segera kita bentuk karena kondisi yang sekarang ini. Bilamana ada yang mempunyai gejala yang sangat kronis, bisa ditangani di rumah sakit darurat atau Rumah Sakit Pameungpeuk," ujarnya, Senin (21/12/2020)(zainulmukhtar)