Gereja di Kota Bogor Gelar Ibadah Virtual dan Sebagian secara Luring

Gereja di Kota Bogor Gelar Ibadah Virtual dan Sebagian secara Luring
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto. (antara)

INILAH, Bogor - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dan Polresta Bogor Kota mencatat, dari total 77 gereja yang ada di Kota Bogor, 51 lokasi akan melaksanakan secara virtual atau tidak ada sama sekali aktivitas jemaat di yang ibadah ke gereja dan 26 lokasi sisanya menggabungkan antara ibadah virtual dan offline ke gereja.

Ada pembatasan jemaat yang diperbolehkan untuk ibadah di gereja, menyusul keputusan Pemkot Bogor yang melanjutkan Pembatasan Sosial Berskala Mikro dan Komunitas (PSBMK) dalam penanganan Covid-19 di Kota Bogor melalui surat keputusan Wali Kota Bogor Nomor 440.45-911 Tahun 2020. 

Diketahui keputusan pembatalan jemaat itu diambil Pemkot Bogor usai rapat evaluasi PSBMK yang dipimpin Wali Kota Bogor Bima Arya dan dihadiri Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim dan jajaran OPD terkait di Balai Kota Bogor pada Selasa (22/12/2020) lalu. Pada kesempatan sebelumnya Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 dan Forkopimda Kota Bogor sudah berkoordinasi dengan pengurus Persatuan Gereja Indonesia (PGI) Kota Bogor.

Bima Arya mengatakan, ibadah Natal tahun ini harus menyesuaikan dengan kondisi pandemi. Untuk itu, Pemkot Bogor mengimbau kepada pengurus gereja agar melakukan pembatasan jemaat dan kapasitas ibadah.

"Jemaat yang bisa hadir langsung ke gereja hanya mereka yang sudah mendaftar ke pihak Gereja. Jadi mungkin di malam natal hanya sekali ibadahnya. Tidak ada perayaan Natal yang berlebihan, ibadah diperbolehkan namun dengan pembatasan," ungkap Bima dalam keterangan tertulis pada Kamis (24/12/2020).

Bima melanjutkan, dari total 77 gereja yang ada di Kota Bogor, 51 lokasi akan melaksanakan secara virtual atau tidak ada sama sekali aktivitas jemaat di yang ibadah ke gereja dan 26 lokasi sisanya menggabungkan antara ibadah virtual dan offline ke gereja.

"Ini hasil pencatatan kami dengan Polresta Bogor Kota. Ya, jadi ada pembatasan jemaat yang diperbolehkan untuk ibadah di gereja," tambahnya.

Bima menerangkan, perayaan tahun baru 2021 juga tidak diperkenankan melakukan perayaan yang berpotensi menciptakan kerumunan atau keramaian. Ia meminta kepada semua pihak untuk mematuhi edaran yang dikeluarkan Pemkot Bogor dan Satgas Covid-19, termasuk hotel, restoran, kafe dan mal untuk menjamin tidak adanya kerumunan dan mendisiplinkan tamu atau pengunjung.

"Kami menyepakati jam operasional kafe, restoran, toko dan mal hanya boleh beroperasi sampai pukul 19.00WIB di tanggal 25 Desember sampai 27 Desember dan pada tanggal 31 Desember 2020 sampai 3 Januari 2021. Di luar tanggal ini jam operasional berlaku seperti biasa," terangnya.

Bima menegaskan, Pemkot Bogor bersama TNI, Polri, dan tim penegakan disiplin tertib kesehatan akan menindak tegas sesuai ketentuan apabila terjadi pelanggaran protokol kesehatan. Untuk menyelaraskan dengan kebijakan Pemprov DKI Jakarta dan Jawa Barat, Pemerintah Kota Bogor juga akan mewajibkan semua pengunjung tempat-tempat wisata menunjukkan keterangan hasil negatif uji rapid test antigen atau Swab PCR yang dilakukan tiga hari sebelum keberangkatan.

"Kalau tidak menunjukkan, tidak bisa masuk. Kami tidak menyediakan tes ini, silakan lakukan itu secara mandiri. Kami sampaikan kepada seluruh warga Kota Bogor dan luar Kota Bogor untuk mempersiapkan itu. Karena tempat wisata akan diawasi Satgas Covid-19, Disparbud, Satpol PP, dan tempat wisata yang melanggar akan terkena sanksi teguran tertulis, denda sampai penutupan izin usaha," terangnya.

Bima Arya mengajak dan menghimbau masyarakat untuk menutup tahun 2020 ini dengan beribadah dan berdoa di rumah masing-masing, karena lebih aman, lebih nyaman dan lebih maslahat. Pihaknya sangat membatasi kegiatan di luar rumah mengingat Covid-19 sedang merayap menuju puncak dan PSBMK Kota Bogor kembali diperpanjang mengikuti Provinsi Jawa Barat sampai 8 Januari.

"Satgas bersama Forkopimda, akan memperketat pengawasan tempat-tempat umum, lebih gencar melakukan patroli setiap hari untuk memastikan tidak ada kerumunan. Dan masih berlaku pembatasan 50 persen di semua tempat ketika beroperasi," pungkasnya. (rizki mauludi)