Jelang Nataru, Masyarakat Diimbau Tetap di Rumah

Jelang Nataru, Masyarakat Diimbau Tetap di Rumah
Ilustrasi (net)

INILAH, Bandung - Jelang masa libur Natal dan Tahun Baru 2021, diperkirakan akan banyak masyarakat yang bepergian ke luar kota atau ke sejumlah destinasi wisata. Jika tidak diantisipasi dengan baik, dikhawatirkan dampaknya akan menyebabkan peningkatan kasus Covid-19 di Indonesia.

“(Masyarakat) sebisa mungkin jangan pergi,” ujar Dosen Patologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad), Basti Andriyoko, Kamis (24/12/2020).

Jika masyarakat hendak bepergian, Basti menyarankan untuk sebisa mungkin melakukan tes. Pengujian yang diutamakan adalah tes Polymerase Chain Reaction atau PCR. Jika tidak memungkinkan, masyarakat tetap wajib melakukan tes antigen sesuai persyaratan yang ditetapkan pemerintah.

Menurut Basti, pemeriksaan dilakukan untuk menentukan apakah seseorang terkonfirmasi positif Covid-19 atau tidak. Apalagi jika masyarakat memiliki kondisi tubuh yang tidak fit, seperti terserang flu atau demam, pemeriksaan antigen sangat diwajibkan.

Jika tubuh sedang tidak fit, sebisa mungkin masyarakat dilarang untuk keluar rumah. "Jangan berpikiran cuma flu dikit lalu dia keluar rumah. Kalau ternyata dia positif, dia akan menyebarkan Covid-19,” terangnya.

Pandemi Covid-19 sejatinya mendorong kesadaran setiap orang untuk menilai kondisi tubuh. Jika tubuh dirasa kurang sehat, sebisa mungkin jangan beraktivitas di luar rumah. Ini dilakukan untuk menghentikan transmisi penularan Covid-19.

Selain itu, Basti juga mewajibkan setiap orang untuk patuh terhadap hasil pengujian. Jika hasil antigen ternyata positif, orang tersebut jangan memaksakan diri untuk bepergian. Sistem penanganan Covid-19 tetap harus dibangun.

“Jika hasil antigen positif, orang harus diisolasi dan dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat untuk ditindaklanjuti dan dikonfirmasi lebih lanjut dengan pemeriksaan PCR,” pungkas Basti. (okky adiana)