RS Darurat Kota Bogor Segera Beroperasi, Ini Fasilitasnya

RS Darurat Kota Bogor Segera Beroperasi, Ini Fasilitasnya
istimewa

INILAH, Bogor - Pemerintah Kota Bogor (Pemkot) konsisten menyiapkan Rumah Sakit (RS) darurat yang berlokasi di Wisma Atlet, komplek GOR Pajajaran. Rumah sakit darurat ini diperuntukkan bagi pasien Covid-19 mengalami gejala sudah ditinjau oleh Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto pada Rabu (23/12/2020) sore.

 

Direktur RSUD Kota Bogor, Ilham Chaidir mengatakan, rumah sakit darurat akan memiliki kapasitas 68 sampai 70 tempat tidur untuk pasien dengan kategori hijau. Pasien dalam kategori ini dengan gejala ringan cenderung berpotensi berat.

 

"Ini untuk pasien kategori hijau. Agar kapasitas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) kami tingkatkan ICU-nya, jadi supaya menurunkan angka kematian dan meningkatkan angka kesembuhan," ungkap Ilham pada Kamis (24/12/2020) siang.

 

Ilham melanjutkan, RS darurat juga diperuntukkan sebagai tempat respon cepat penjemputan orang yang terkonfirmasi Covid-19 di wilayah. 

 

"Pasien dari wilayah masuk ke sini dulu diassesment kemudian baru didiagnosa sesuai dengan beratnya penyakit," tambahnya.

 

Ilham menjelaskan, mengenai fasilitas, RS darurat dilengkapi, seperti instalasi oksigen, tempat tidur medis, bed set cabinet, lift darurat. Didampingi itu ventilator dan radiologi. 

 

"Intinya RS darurat yang kami buat ini sekelas rumah sakit, jadi disini kami buat semua ruangan bertekanan negatif. Mudah-mudahan bisa segera, kami usahakan minggu pertama bulan Januari 2021," jelasnya.

 

Ilham memaparkan, mengenai limbah medis dari rumah sakit darurat nantinya akan ditangani di RSUD. Limbah itu sudah bisacarakan dengan K3RS. 

 

"Jadi limbah nanti akan di satu tempatkan ke rumah sakit, untuk sama-sama kita kelola dirumah sakit, cara pencucian baju dan lain sebagainya jadi masyarakat tidak perlu khawatir," terangnya.

 

Terkait anggaran rumah sakit darurat sendiri, kata Ilham, bersumber dari BNPB. Mudah-mudahan pihak bisa menekan, mengefisiensikan dan mengefektifkan potensi yang ada untuk RS darurat karena sebagian pakai alat-alat rumah sakit.

 

"Ya, tapi kami berpikir untuk menggaji sumber daya manusia (SDM) berjumlah 128 orang, 70 di antaranya adalah tenaga medis," pungkasnya. (Rizky Mauludi)