Gandeng Ilustrator Lokal untuk Penuhi Kebutuhan Fesyen Arloji Milenial

Gandeng Ilustrator Lokal untuk Penuhi Kebutuhan Fesyen Arloji Milenial
INILAH, Bandung - Pemakaian jam tangan kini tak hanya sekadar penanda waktu. Arloji dipercaya sebagai produk fesyen yang bisa menambah kepercayaan diri si pemakai.
 
Brand Manager WishWatch Nova Kartika mengatakan, setiap produk arloji buatannya melalui proses desain yang relatif unik dan personal. Selain itu, jam tangan yang diproduksi di luar negeri tersebut dibikin dengan material berkualitas tinggi. 
 
Kendati penyediaan material dan proses perakitan jam tangan masih dilakukan di luar Indonesia, namun dia memastikan seluruh ide dan proses desain dikerjakan secara lokal. Arloji yang dibuat menggunakan material terbaik yakni casing dengan material stainless steel 316 dan straps-nya menggunakan genuine leather.
 
“Kita bangga jam tangan ini merupakan brand lokal yang dibuat berkolaborasi dengan desainer ilustrator lokal,” kata Nova saat peluncuran Wish/Key di Bandung, Senin (18/2/2019).
 
Mengenai lini produk, dia menyebutkan brand yang mulai masuk pasar pada 2016 lalu itu memiliki lima koleksi. Awalnya, WishWatch meluncurkan koleksi jam tangan batik pertama di Indonesia. Seri Batik Sentinel itu dilahirkan dengan konsep seratus persen rasa Indonesia. Di arloji itu disematkan beberapa motif batik klasik seperti sidomukti, buntal, dan cuwiri. 
 
Empat koleksi yang diluncurkan ke pasar yakni Wish Spring Summer Collection, Wish Kamaratih, Wish Everyday Collection, dan Abhista Collection. Terbaru, pada  awal 2018 lalu pihaknya mengikuti gelombang perkembangan fesyen yang arusnya relatif cepat.Selain itu, kebutuhan aksesoris penunjang penampilan pun kian meningkat. Untuk itu, koleksi Wish/Key diluncurkan sebagai rangkaian koleksi jam tangan khusus wanita. 
 
“Setiap produk kita awalnya memang untuk menggaet para milenial yang berusia 17-35 tahun. Namun, dalam waktu dekat ini kita akan meluncurkan koleksi untuk wanita matang dan dewasa,” ucapnya seraya menyebutkan hal itu dilakukan untuk memperbesar market.
 
Disinggung mengenai penetrasi pasar, Nova mengaku sejauh ini masih terpusat di ibu kota. Namun, pihaknya berkeinginan kuat bisa masuk pasar Bandung, Yogyakarya, Surabaya, dan Bali. Untuk itu, strategi yang dilakukan yakni menggandeng sejumlah influencer lokal.
 
“Bandung ini pasar potensial. Dari catatan kita, peringkatnya masih berada di  bawah Bali dan Yogyakarta. Sejauh ini, rasio penjualan masih 60:40 untuk keunggulan offline store,” pungkasnya seraya menyebutkan setiap jam tangan itu dibanderol seharga Rp850 ribu-1,8 juta.