Salat Dhuha, Upaya Membuka Gerbang Rejeki

Salat Dhuha, Upaya Membuka Gerbang Rejeki
ilustrasi/net

ISLAM mengajarkan, agar kita berusaha mengejar kebahagiaan akhirat sebanyak-banyaknya, melebihi usaha kita dalam mengejar dunia.

"Carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi.(QS. Al-Qashas: 77)

Anda bisa perhatikan, Allah mengajak kita untuk menjadikan dunia ini kesempatan mencari kebahagiaan bagi akhirat, sebisa yang kita lakukan. Akan tetapi, jangan 100%. Jangan lupakan bagian dari kehidupan dunia.

Setiap muslim, pasti dia melakukan aktivitas dunia dan aktivitas akhirat. Berdasarkan ayat di atas, seharusnya aktivitas akhirat, lebih banyak dari pada aktivitas dunia. Dengan kata lain, orientasi akhirat, lebih dominan dari pada orientasi dunia.

Namun sangat disayangkan, di zaman ini, prinsip yang diajarkan pada ayat di atas dibalik. Orientasi dunia, jauh lebih dominan dari pada orientasi akhirat. Bahkan sampai amal ibadah yang seharusnya dilakukan untuk akhirat, turut dikorbankan untuk mendapatkan dunia.

Lebih dari itu, ada satu ayat yang selayaknya perlu kita ingat ketika kita sedang beramal. Yaitu firman Allah, "Siapa yang menginginkan kehidupan dunia dan perhiasannya maka akan Kami berikan imbalan amal mereka di dunia dan tidak dikurangi. Mereka itulah orang-orang yang hanya akan mendapatkan neraka di akhirat dan terhapuslah segala yang telah mereka lakukan dan batal perbuatan yang telah mereka lakukan."(QS. Hud: 15 16).

Untuk itu, murnikan niat amal kita untuk mendapat ridha Allah, dan bukan tendensi dunia. Agar amal kita menjadi amal yang ikhlas.

Keutamaan Shalat Dhuha untuk Akhirat

Terdapat banyak keutamaan shalat dhuha. Dan jika perhatikan, Rasulullahshallallahu alaihi wa sallamlebih banyak menekankan masalah akhirat.

Kita simak beberapa hadis berikut,

Pertama, hadis dari Abu Buraidahradhiyallahu anhu, bahwa Rasulullahshallallahu alaihi wa sallambersabda, Dalam diri manusia terdapat 360 ruas tulang, wajib bagi semua orang untuk mensedekahi setiap ruas tulangnya." Para sahabat bertanya: "Siapakah yang mampu melakukan hal itu, wahai Nabi Allah?" Beliau bersabda: "Menutupi ludah di masjid dengan tanah, menyingkirkan sesuatu dari jalan (bernilai sedekah). Jika kamu tidak bisa mendapatkan amalan tersebut maka dua rakaat Dhuha menggantikan (kewajiban)mu."(HR. Abu Daud 5242, Ahmad 23037 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Kedua, hadis dari Abu Hurairahradhiyallahu anhu, "Rasulullahshallallahu alaihi wa sallammengutus sekelompok utusan perang, kemudian utusan ini membawa banyak harta rampasan perang dan pulangnya cepat. Kemudian ada seorang berkata: "Wahai Rasulallah, kami tidak pernah melihat kelompok yang lebih cepat pulang dan lebih banyak membawa ghanimah melebihi utusan ini." Kemudian Beliau menjawab:"Maukah aku kabarkan keadaan yang lebih cepat pulang membawa kemenangan dan lebih banyak membawa rampasan perang? Yaitu seseorang berwudlu di rumahnya dan menyempurnakan wudlunya kemudian pergi ke masjid dan melaksanakan shalat subuh kemudian (tetap di masjid) dan diakhiri dengan shalat Dhuha. Maka orang ini lebih cepat kembali pulang membawa kemenangan dan lebih banyak rampasan perangnya."

(HR. Abu Yala dalam Musnadnya no. 6559, Ibn Hibban dalam Shahihnya no 2535, dan dishahihkan al-Albani dalam Shahih Targhib wat Tarhib 664)

Ketiga, hadis dari Abu Hurairahradhiyallahu anhu, Rasulullahshallallahu alaihi wa sallambersabda, "Dari Abu Hurairahradhiyallahu anhu, Rasulullahshallallahu alaihi wa sallambersabda: "Tidak ada yang menjaga shalat Dhuha kecuali para Awwabin" beliau mengatakan:"Shalat Dhuha adalah shalatnya para Awwabin"

(HR. Ibn Khuzaimah dalam Shahihnya no. 1224, Hakim dalam Mustadrak 1182 dan dihasankan al-Adzami)

Awwabiin berasal dari kata Awwab, artinya orang yang kembali. Disebut Awwabin,karena mereka adalah orang yang kembali kepada Allah dengan melakukan ketaatan. (simak Faidhul Qadir 1/408).

Dan masih ada beberapa hadis lainnya.

Shalat Dhuha Vs Rezeki Lancar

Ada satu hadis, yang mungkin karena hadis ini masyarakat mengkaitkan shalat dhuha dengan pintu rezeki. Hadis dari Uqbah bin Amir al-Juhaniradhiyallahu anhu, Rasulullahshallallahu alaihi wa sallambersabda, "Sesungguhnya Allah berfirman:"Wahaianak adam, laksanakan untukKu 4 rakaat di awal siang, Aku akan cukupidirimu dengan shalat itu di akhir harimu."(HR. Ahmad 17390, dan dishahihkan al-Albani dalam Shahih Targhib wat Tarhib 666 dan Syuaib al-Arnauth).

Keterangan:

Ulama berbeda pendapat tentang 4 rakaat di awal siang yang dimaksudkandi hadis ini. Ada yang mengatakan: shalat dhuha, ada yang berpendapat: shalatisyraq, dan ada juga yang mengatakan: shalat qabliyah subuh dan shalat subuh.Sebagaimana keterangan Mula Ali Al-Qori dalam Al-Mirqah (3/980). Danditegaskan oleh Ibnu Abdil Bar bahwa para ulama memahami empat rakaattersebut adalah shalat dhuha (Al-Istidzkar, 2/267)

Tentang kalimat Aku akan penuhidirimu Imam as-Sindi menjelaskan ada beberapa kemungkinan makna,

Aku cukupi dirimu sehingga terhindar dari kecelakaan dan segala musibah

Aku cukupi dirimu dengan diberikan penjagaan dari dosa dan ampunan terhadap perbuatan dosa yang dilakukan di hari itu.

Aku cukupi dirimu dalam segala hal.

(Taliq Musnad AhmadSyuaib al-Arnauth, 28/613).

Jika kita perhatikan, hadis di atas tidak secara tegas menunjukkan bahwa shalat dhuha membuka kunci pintu rezeki. Hadis ini hanya menjelaskan janji Allah bagi orang yang shalat 4 rakaat di pagi hari, baik shalat subuh, qabliyah subuh atau shalat dhuha, akan dicukupi di akhir hari. Itupun dengan syarat, shalat 4 rakaat di waktu pagi itu dilakukan ikhlas untuk Allah, bukan karena tendensi untuk dunia. Karena Allah berfirman, "laksanakanuntuk-Ku4 rakaat.." kata untuk-Ku menunjukkan bahwa itu harus dilakukan dengan ikhlas.

Namun jika tendensinya untuk dunia, untuk melancarkan rezeki, berarti shalat ini dikerjakan bukan murni untuk mengharap ridha Allah. Tapi untuk yang lainnya. [mozaik.inilah.com]