Ini Penyebab Sulit Salat Tahajud (2)

Ini Penyebab Sulit Salat Tahajud (2)
ilustrasi/net

Abdullah bin Masud pernah ditanya oleh seseorang, "Kami tidak bisa bangun malam untuk mengerjakan salat." Ia pun menjawab, "Dosa-dosamu telah membelenggumu."

Demikian juga memakan barang yang haram akan menghalangi pelaksanaan salat malam. Salah seorang dari kalangan Ulama mengatakan:

"Betapa sering sesuap makanan itu menghalangi pelaksanaan salat malam. Betapa sering pandangan itu menghalangi seseorang dari membaca satu surat dari Al-Quran."

Sungguh seorang hamba itu akan menyantap satu makanan atau melakukan sesuatu perbuatan yang menyebabkannya tidak bisa mengerjakan salat malam selama satu tahun. Demikian juga, kecintaan kepada dunia (hubbud dunya) bisa menghalangi seseorang untuk melaksanakan salat malam.

Abu Thalib Al-Makki berkata, "Yang bisa menghalangi seorang hamba dari melakukan salat malam, atau yang menjadikannya lalai dalam waktu sekian lama, ada tiga hal, yaitu menyantap makanan yang syubhat, terus-menerus melakukan perbuatan dosa, dan dominasi pikiran keduniaan ada di relungan hatinya.

Bertolak dari sini, kita bisa menyimpulkan bahwa yang bisa membantu seseorang agar bisa mengerjakan shalat malam itu adalah memakan makanan yang halal, istiqomah di dalam bertaubat, menjauhi makanan yang haram dan syubhat, menjauhi dosa dan maksiat, menolak dominasi pikiran keduniaan dan kecintaan kepada dunia dari dalam hati dengan cara selalu ingat mati dan memikirkan akhirat atau apa saja yang akan ditemui sesudah mati.

Sungguh, di antara shalat sunnah yang paling utama adalah shalat malam (tahajud). Allah Ta'ala berfirman dalam Surah Al-Isra' ayat 79:

"Pada sebagian malam itu, bertahajudlah kalian sebagai ibadah tambahan bagi kalian. (Dengan shalat malam itu) Allah pasti mengangkat kalian ke derajat yang terpuji."

Rasulullah juga bersabda kepada Abdullah bin Amr bin al-Ash:

"Wahai Abdullah, janganlah engkau seperti si fulan, ia bangun malam tetapi tidak menunaikan shalat malam." (Mutaffaq alaih).

Semoga Allah ringankan hati dan langkah kita untuk menunaikan shalat malam atau tahajud. Wallahu alam. [mozaik.inilah.com]