Persiapan Libur Panjang, Dinkes Kab Cirebon Siapkan 10 Pos Kesehatan

Persiapan Libur Panjang, Dinkes Kab Cirebon Siapkan 10 Pos Kesehatan
Foto: Maman Suharman

INILAH, Cirebon - Untuk mengantisipasi lonjakan Covid-19, Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon menyiapkan 10 pos kesehatan. Jumlah tersebut tersebar di beberapa rest area dan tampat wisata. Khusus pos di rest area, itu diperuntukkan mendeteksi masyarakat yang hendak melakukan arus balik maupun arus mudik.

Pos kesehatan yang ditempatkan di rest area berada di KM 207, 228, 229 dan 208 dan Palimanan. Demikian dikatakan Kadinkes Kabupaten Cirebon Eni Suhaeni, Minggu (27/12/2020).

Eni menjelaskan, pos kesehatan akan diberlakukan sampai tanggal 3 Januari 2021 mendatang. Ini untuk mengantisipasi datangnya arus mudik dari wilayah Jawa timur ataupun jawa tengah. Setiap PosKes yang berasa di rest area, dibekali 50 buah rapid test. Namun kalau memang kurang, Dinkes akan menambah sesuai dengan kebutuhan.

"Dalam sehari setiap pos kesehatan di rest area atau ditempat wisata kita menyediakan 50 rapid test. Kalau kurang, stok kami masih banyak dan tinggal melakukan koordinasi saja," ungkap Eni.

Menurut Eni, Dinkes sudah menyiapkan sekitar 1.000 rapid test selama masa libur panjang. Namun untuk rapid test anti gen, pihaknya masih belum bisa menyiapkan, mengingat belum ada droving dari Provinsi Jabar. Beberapa tempat wisata seperti situ patok, alam manis, mangrove losari dan lokasi batik trusmi juga sudah disiapkan pos kesehatan, untuk mengantisipasi lonjakan Covid-19.

"Tadi hasil rapid test di rest area 208 semuanya non reaktif. Untuk PosKes di luar rest area yaitu di Bunder, plered, kedawung, beber, dan losari saya belum dapat laporan," kata Eni.

Namun menurut Eni, kalau saja ditemukan masyarakat yang reaktif setelah di rapid test, pihaknya hanya menyarankan untuk menjalankan protokol kesehatan, sampai tempat tujuan. Menjaga jarak dan memakai masker, menjadi acuan yang harus dilakukan mereka. Pihaknya tidak bisa langsung melakukan swab di tempat dan hanya menyarankan, supaya yang reaktif melakukan swab di tempat tujuan.

"Kita hanya ingin mengetahui saja, apakah ada yang reaktif atau tidak. Kalau ada yang reaktif, kita hanya menyarankan memakai masker saja dan meminta untuk swab di tempat mereka tinggal. Tapi kan kita punya dokumen berupa foto," tukas Eni. (Maman Suharman)