Sakit Termasuk Ibadah Pasif

Sakit Termasuk Ibadah Pasif

SUATU hari Syekh Said Nursi sempat menjenguk sahabatnya, seorang Syekh yang sedang sakit. Syekh itu menyampaikan derita penyakitnya yang sudah lama tidak sembuh-sembuh itu. Bukan keluhan melainkan kabar biasa saja.

Syekh Said Nursi berkata: "Sahabatku, ibadah itu ada dua: ibadah aktif dan ibadah passif. Ibadah aktif adalah ibadah dengan gerak anggota badan kita, sementara ibadah pasif adalah ibadah dengan diamnya badan kita. Dua-duanya berpahala. Sahabatku, sabarmu atas sakitmu adalah ibadah pasif yang pahalanya luar biasa. Orang melihatmu diam, Allah menilaimu ibadah."

Hari ini mungkin ada saudara dan sahabatku yang sedang sakit. Bersabarlah dan semoga sakit ini menjadi tangga untuk naik ke derajat kemuliaan yang lebih tinggi. Bukan mendoakan untuk tetap sakit dan tidak sembuh, melainkan mendoakan untuk bisa menjadikan sakit kita tidak sia-sia, melainkan memiliki nilai kemuliaan.

Sepulang menjenguk sahabatnya yang sakit, Syekh Said Nursi menuliskan lebih dari dua puluh (20) hikmah sakit. Terlalu panjang untuk diulas di sini, namun cukup diyakini bahwa tidak ada ketetapan Allah yang tidak berhikmah. Bagi yang penasaran, belilah bukunya, atau bertemulah dengan saya untuk mendapatkan ceritanya.

Tetaplah positif memandang takdir Allah. Sakit itu tidak hanya diperuntukkan pada satu orang, ia dipergilirkan pada kebanyakan orang dengan macam, takaran dan waktu yang berbeda. Tetaplah saling mendoakan agar semua bisa menjalani takdir dengan penuh keimanan. Salam, AIM@Surabaya. [*]