AKB, Warga Bandung Ini Manfaatkan Lahan Kosong

AKB, Warga Bandung Ini Manfaatkan Lahan Kosong
istimewa

INILAH, Bandung - Banyak cara yang bisa dilakukan saat tetap di rumah selama masa pandemi Covid-19. Berbagai kegiatan positif bisa dilakukan, bahkan menghasilkan uang. Seperti yang dilakukan warga Kecamatan Cinambo Kota Bandung dengan program Sehat, Alami dan Ekonomis (SAE). 

Warga di Gang Andir Kidul 2, RT 05 RW 03, Kelurahan Pakemitan, Kecamatan Cinambo, Kota Bandung baru-baru ini. Di tengah pandemi dan merosotnya penghasilan ekonomi lantaran pandemi Covid-19,  dengan menerapkan adaptasi kebiasaan baru (AKB) mereka  mengoptimalkan Program Buruan SAE sebagai salah satu manfaat ketahan pangan.

Setelah beberapa bulan, program itu pun menunjukkan hasil. Masyarakat yang menanam sayuran, seperti pakcoy, mulai memanen. Tak cuma menanam sayuran, masyarakat di Gang Andir juga memanfaatkan lahan yang tersedia untuk ternak maggot, sampai membuat kolam ikan yang hasilnya bisa menjadi manfaat bagi kebutuhan masyarakat.

Seperti dikatakan Ketua RW 03, Komarudin. Ia mengungkapkan, sebelum munculnya Buruan SAE, wilayah tersebut memang sudah memanfaatkan lahan dengan menanam berbagai sayuran, ikan dan memanfaatkan sampah.

Semua itu, ujar Komarudin, memang dilakukan di tengah pandemi, agar masyarakat bisa memiliki kegiatan yang positif. Dipadukan dengan program dari pemerintah, Buruan SAE milik masyarakat Gang Andir akhirnya bisa optimal.

"Dukungan masyarakat sangat tinggi. Lahan pun dimanfaatkan dengan baik. Mulai dari penanaman sayuran dan ikan sampai memanfaatkan sampah," tutur Komarudin, baru-baru ini.

Keberadaan Burun SAE, disebut Komarudin sangat memberi manfaat bagi masyarakat di wilayahnya. Selain memberi hasil untuk dimanfaatkan, keberadaan taman, kolam, lahan pertanian terbatas itu juga bisa menghilangkan stres akibat pandemi Covid-19.

"Di masa pandemi ini membantu menghilangkan stres. Kalau ekonomi itu tergantung warganya masing-masing. Terpenting kita manfaatkan," katanya.

Dalam beraktivitas mengoptimalkan Buruan SAE, masyarakat RW 03, kata Komarudin, tak pernah melupakan untuk selalu menerapkan protokol kesehatan. Penggunaan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak menjadi yang paling utama diperhatikan.

"Tentunya di tengah pandemi ini, protokol kesehatan tetap harus diperhatikan meski warga beraktivitas di Buruan SAE. Warga di sini masih sadar bahwa pandemi belum berakhir," ujar Komarudin.

Apa yang dilakukan masyarakat Gang Andir Kidul itu mendapat apresiasi dari Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana. Yana bahkan terus meminta masyarakat berinovasi dan berkreasi bagaimana menyelesaikan permasalahan pangan di tengah pandemi.

"Dampak pandemi ini menjadi manfaat. Masyarakat menjadi mandiri dengan memanfaatkan lahan yang ada untuk ketahanan pangan dimasing-masing wilayah. Ada yang menanam sayuran dan ada juga yang memanfaatkan sampah organik maupun anorganik," jelas Yana.

Kota Bandung sampai saat ini memang 95 persen membutuhkan pasokan pangan dari berbagai wilayah. Kegiatan Buruan SAE diharapkan juga bisa menjadi kunci untuk meminimalisir kelangkaan pangan.

"Kegiatan di RW 03 ini diharapkan bisa menjadi role model untuk RW lain yang ada di Kota Bandung. Minimal kebutuhan pangan bisa terpenuhi," ujar Yana yang juga mengapresiasi hadirnya peternakan ikan, perkebunan sayuran, hingga pengelolaan sampah organik maupun anorganik. (Ahmad Sayuti)