Pemkot Bakal Perpanjang Kerja Sama PemanfaatanTPA Galuga

Pemkot Bakal Perpanjang Kerja Sama PemanfaatanTPA Galuga
Foto: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Pemkot Bogor akan memperpanjang kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terkait pemanfaatan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Beberapa waktu lalu, masyarakat Galuga sudah menyampaikan poin-poin keinginan kepada DPRD Kabupaten Bogor. 

Menanggapi hal itu, Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan secara teknis dirinya belum mengetahui pasti poin-poin keinginan warga setempat terkait kerjasama Pemkot-Pemkab Bogor soal pemanfaatan TPA Galuga itu. Dirinya menyerahkan sepenuhnya koordinasi dan teknis kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

"Saya pikir DLH sudah. Intinya kordinasi di tingkat kepala daerah, kordinasi dengan dewan tentu ada mekanisme. Termasuk juga bagaimana mengakomodir keinginan warga, tentu ada salurannya," ungkapnya kepada wartawan di Cimanggu Barata, Kecamatan Tanah Sareal, Selasa (29/2/2020).

Dedie menilai, DLH sudah melakukan langkah-langkah untuk hal itu, sehingga pihaknya hanya akan melakukan ekanisme resmi saja. Kedua belah pihak kerja sama saling menguntungkan, bahkan kedepan Insyaa Alah pemanfaatan Galuga sebagai pemanfaatan TPAS itu lebih besar milik Pemkot Bogor.

"Nanti bisa dikerjasamakan dengan Kabupaten Bogor. Termasuk kami sudah bicara juga terkait dengan zona inkobator bisnis pengelolaan sampah disana, yang akan dikerjasamakan antara Pemkot Bogor dengan Pemkab Bogor," tuturnya.

Dedie menilai, soal tonase sampah yang nanti akan dibuang ke Galuga pada tahun 20201, bahwa produksi sampah Kota Bogor tiap tahunnya terus turun. Hal itu lantaran pemkot menerapkan beberapa program pemilahan dan pengelolaan sampah di masyarakat. Misalnya seperti program TPS 3R, Bank Sampah dan lainnya.

"Jadi kami berharap tentu pemilahan pemilahan awal bisa juga di rumah tangga, jadi distribusi atau volume sampah yang dikirim ke Galuga menjadi semakin berkurang. Yang pasti di Galuga-nya sendiri ingin ada tretment khusus pengelolaan sampah lebih modern," pungkasnya. (Rizki Mauludi)