Jawa Barat Siapkan Rapid Test Antigen di Tempat Wisata

Jawa Barat Siapkan Rapid Test Antigen di Tempat Wisata

INILAH, Bandung,- Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat menyiapkan rapid test antigen bagi wisatawan yang ada di tempat wisata, termasuk di hotel-hotel se-Jawa Barat sebagai upaya mencegah munculnya kasus COVID-19 pada saat musim libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Dedi Taufik, Rabu, mengatakan sebanyak 20.294 alat rapid test antigen disebar ke 89 objek wisata yang tersebar di Provinsi Jawa Barat.

"Kami harapkan dengan menyiapkan rapid test antigen ini bisa atau mampu menekan potensi penularan COVID-19 di tempat-tempat wisata," kata Dedi.

Menurut dia, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah mengeluarkan kebijakan bagi wisatawan untuk menunjukkan bukti tidak terjangkit COVID-19 berdasarkan hasil rapid test antigen atau swab test.

"Namun bagi wisatawan yang kadung datang ke Jabar, namun tidak bisa menunjukkan bukti tersebut tidak akan dikembalikan ke tempat asalnya," kata dia.

Lebih lanjut ia mengatakan Disparbud Jabar mencatat ada sejumlah daerah yang menjadi tempat wisata favorit wisatawan selama libur panjang Natal 2020.

Ia menuturkan pengetesan COVID-19 di sejumlah daerah tersebut tetap dilakukan bekerja sama dengan pengelola industri dan pemerintah setempat.

Dedi menuturkan tiga daerah teratas yang menjadi sasaran wisatawan adalah Kabupaten Bandung Barat dengan 14 titik destinasi wisata, Bogor dan Kabupaten Garut masing-masing 11 titik destinasi wisata.

Di Kabupaten Sukabumi dan Cirebon dengan sembilan titik destinasi wisata, disusul Kabupaten Bandung dan Kabupaten Kuningan dengan 8 titik destinasi wisata, Kabupaten Cianjur dengan enam titik destinasi wisata, Kabupaten Subang empat destinasi wisata dan terakhir Kabupaten Ciamis.

"Kabupaten Bandung Barat atau KBB itu menjadi yang paling diminati karena banyak destinasi wisata alam. Wilayah pantai di Kabupaten Pangandaran pun masuk dalam titik yang diminati wisatawan dengan 17 ribu orang yang datang per tanggal 24 Desember kemarin. Data terbaru masih dalam proses," kata dia.

Menurut dia seluruh destinasi tersebut diawasi dengan ketat seperti protokol kesehatan yang diterapkan dengan disipilin dan fasilitas pendukung seperti hotel pun masuk dalam daftar pemantauan ketat.