Jelang Akhir Tahun 2020, Harga Tahu dan Tempe Mengalami Kenaikan

Jelang Akhir Tahun 2020, Harga Tahu dan Tempe Mengalami Kenaikan
istimewa

 

INILAH, Bandung - Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Elly Wasliah mengatakan jelang akhir tahun 2020, harga tahu dan tempe mengalami kenaikan, hal itu ditengarai karena minimnya bahan baku yang tersedia di pasaran.

"Kenaikan harga tahu dan tempe tidak hanya terjadi di Kota Bandung tapi seluruh Indonesia," kata Elly di Kota Bandung, Kamis (31/12/2020).

Dia mengungkapkan, kenaikan harga tahu dan tempe dikarenakan minimnya bahan baku berupa kedelai, untuk pemenuhan bahan baku kedelai, pemerintah Indonesia masih bergantung pada suplay dari luar negeri.

"Kita tahu bahwa kacang kedelai ini banyaknya impor dari luar dari Amerika, sehingga harga dari Rp. 7.200 per-Kg sekarang menjadi Rp. 9.000 per-Kg, tetapi kenyatanya Indonesia masih sangat tergantung impor kacang kedelai ini, persis seperti bawang putih," ucapnya.

Saat ini, lanjut Elly, proses impor sedang mengalami kendala karena pandemi Covid-19, sehingga stok kedelai di Indonesia semakin menipis.

"Kebetulan sekarang impor dari Amerika itu belum masuk ke Indonesia tertahan karena ada pandemi Covid-19 dan ada Natal dan tahun baru di Amerika-nya, sehingga tertahan untuk masuk ke Indonesia," tandasnya. (Okky Adiana)