Coklat Kita NJP Ngubaran "Hayu Urang Move On 2021" Siap Temani Malam Tahun Baru

Coklat Kita NJP Ngubaran "Hayu Urang Move On 2021" Siap Temani Malam Tahun Baru

INILAH, Bandung - Perayaan malam pergantian tahun baru 2020 akan terasa sangat berbeda dari biasanya. Pasalnya, Pandemi Covid-19 memaksa masyarakat untuk merayakan detik-detik pergantian tahun dirumah.

Dalam rangka mendukung kebijakan pemerintah terkait larangan merayakan perayaan malam pergantian tahun baru 2020. Sekaligus memberikan hiburan bagi masyarakat pada malam pergantian tahun.

Coklat Kita Napak Jagat Pasundan (NJP) ngubaran "Ngaguar Budaya Urang" menggelar tayangan spesial dengan tema "Hayu Urang Move On 2021". Rencananya program tersebut akan ditayangkan malam ini kamis tanggal 31 Desember 2020, pukul 19:30 WIB, di Youtube Channel "Napak Jagat Pasundan Official" dan IGTV @NAPAKJAGATPASUNDAN.

Perwakilan Coklat Kita Tries Pondang, menjelaskan, program 'Hayu Urang Move On 2021' merupakan sebuah semangat bagi masyarakat untuk tetap produktif meski ditengah pandemi Covid-19. Selain itu, kata Move On juga berarti bangkit merupakan bentuk dukungan untuk masyarakat agar bangkit dari keterpurukan menuju tahun 2021.

"Berangkat dari semangat movement
move on diartikan sebagai macam, cokelat kita punya semangat dan orientasi maju ke depan," ucap Tries di Studio Denny Minuz Productions, Jalan Bojongkoneng Atas No 90 V, Kamis (31/12/2020).



Lebih lanjut, Tries menuturkan, selain menjadi hiburan dan semangat bagi masyarakat di penghujung tahun 2020. Coklat Kita NJP Ngubaran juga menjadi wadah bagi para seniman untuk berkreasi. Khusunya seniman budaya sunda.

Sejumlah seniman papan atas, rencananya akan meramaikan program 'Hayu Urang Move On 2021". Diantarnya, Doel Sumbang, Budi Cilok, Calung NJP (Aman, Amin, dan Aep Bancet) feat Ohang, Alay Elissa (Bintang Pantura 1), Ega Robot Ethnic Percussion, Dodi Kiwari, dan Tari Topeng Barong Sanggar Putra Jayabaya Cirebon yang dibalut sketsa drama dan komedi.

"Seniman tidak bisa berkreasi, main diatas panggung, atau menciptakan karya baru. merasa senang di penghujung tahun bisa menghibur jangan menyerah dan kalah dengan pandemi ini," ungkap Tries.

Sementara itu, salah satu pengisi acara Ega Robot mengatakan, selain untuk hiburan dan ajang unjuk gigi para seniman. Program Coklat Kita NJP Ngubaran 'Hayu Urang Move On 2021' juga dapat dijadikan arsip kebudayaan. Arsip tersebut nantinya dapat dijadikan warisan budaya bagi generasi yang akan datang.

"Yang paling penting adalah dokumentasi budyaa karena sukit sekali mendatangkan, hingga mendokumentasikan pagelaran seni budaya yang akan menjadi bekal untuk anak cucu kita nanti pada generasi selanjutnya. Mereka jadi tau tentang budaya yang lebih mengaraj kepada pendidikan. Insyaallah upaya NJP ini bisa menjadi formula," tutur Ega.

Sementara itu, Agus Pryoga atau Yoga dari Enam Communication selaku event organizer mengungkapkan, Pojok NJP Ngubaran yang digelar daring merupakan sesuatu yang baru dilakukan mereka. Hal ini merupakan sebuah tantangan, pihaknya berupaya membuatnya tetap bisa dinikmati bersama.

"Banyak jalan dan cara supaya tetap bisa menghibur Coklat Friends, salah satunya adalah bermain dengan digital. Program ini sudah berjalan 37 episode, dan khusus untuk episode 38 itu spesial karena akan tayang pada malam tahun baru dengan konsep yang berbeda," pungkas Yoga.

Untuk diketahui, Program ngaguar budaya khususnya budaya Sunda yang telah berjalan dari tahun 2013 ini, dilakukan secara offair di daerah-daerah di Jawa Barat. Namun kondisi pandemi, membuat tim Coklat Kita perlu berbenah dan berkreasi dengan beralih menjadi online supaya tetap dekat dengan penonton setia.

Lebih lanjut, program ini tidak lepas dengan keterlibatan para praktisi seni, budayawan, dan juga akademisi. Selain menayangkan pertunjukan musik dan kesenian, ngaguar budaya urang juga menampilkan narasumber yang membahas tentang Kasundaan dan produk budaya Sunda.

'Coklat Kita Pojok NJP Ngubaran' hadir dalam 38 episode dan pertama kali tayang di bulan Mei. Selama program ini berjalan, Pojok NJP Ngubaran melibatkan paguron atau sanggar di 13 kota/kabupaten di Jabar. Keterlibatan ini tentunya untuk tetap menghidupkan keberlangsungan paguron yang ada. (Ridwan Abdul Malik)