Asa dari Ruang Isolasi

Asa dari Ruang Isolasi

SORE itu, Senin 21 Desember 2020, hujan rintik-rintik terus mengguyur Kota Bandung. Sekitar pukul 17.45 WIB, sesaat sebelum waktu Maghrib tiba, sebuah pesan pendek masuk melalui aplikasi whatsapp.

"Mohon doanya Pak, hasil swab saya positif. Saat ini saya menjalani isolasi mandiri di Gedung BPSDM Pemprov Jabar di Cimahi," pesan tersebut dikirim salah seorang rekan kantor DA, warga Jalan Cianjur, Kota Bandung.

Dengan penuh kekagetan dan sedikit ketidakyakinan, obrolan melalui whatsapp pun berlanjut. Dari obrolan singkat itu pula rasa terhenyak menyeruak saat Om Dod yang notabenenya tengah menjalani isolasi mandiri mengirimkan pesan dan doa agar semuanya tetap waspada terhadap penyebaran Covid-19.

"Semoga Bapak sekeluarga serta rekan-rekan lain dijauhkan dari Covid-19. Tetaplah waspada, Covid-19 itu nyata. Cukup saya saja yang mengalaminya," ungkapnya.

Tak hanya itu, dia pun menggambarkan bagaimana gejala yang dialaminya mulai dari suhu tubuh yang turun naik, hingga rasa sesak yang menurutnya sangat mengganggu.

Dua hari berselang, dia pun kemudian mengirimkan kabar bahwa dirinya terpaksa dilarikan ke RSHS Bandung karena rasa sesak yang amat sangat. Kendati demikian semangatnya untuk mendapatkan kesembuhan sangatlah tinggi.

Tak hanya itu, asa agar masyarakat lain terus menjaga kesehatan pun kerap kali disampaikannya.

Kisah tersebut mungkin hanya bagian kecil dari asa dan harapan yang terus digelorakan agar terus waspada. Terlebih, Covid-19 tidak mengenal siapapun. Tak peduli tua, muda wanita maupun pria ketika protokol kesehatan diabaikan tidak mustahil akan turut terpapar Covid-19.

Terlebih, data Satuan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 juga melansir bagaimana kalangan muda menjadi mayoritas yang terpapar. Hal itu bisa jadi karena kelalaian dan seringnya berkerumun.

Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas COVID-19 Dr. Dewi Nur Aisyah mengungkapkan, sekitar 55-70 persen kasus terkonfirmasi berasal dari kelompok enam sampai 45 tahun. Meski demikian, 60 persen sampai 87,12 persen kematian terjadi kepada mereka yang berusia di atas 46 tahun, berdasarkan data dari 10 provinsi.

"Semua menghadapi kondisi yang relatif sama di mana masih ada potensi kenaikan kasus terjadi di manapun juga," tegas Dr. Dewi dalam diskusi Satgas COVID-19 di Graha BNPB, Jakarta pada Rabu (30/12/2020)

Selain itu, dia menyoroti juga kenaikan signifikan kematian nasional per bulan di mana pada Desember terjadi kenaikan 42,7 persen dari 3.081 kematian pada November menjadi 4.397 kematian pada Desember 2020.

Hal itu terjadi setelah angka kematian sempat mengalami tren penurunan pada Oktober dan November 2020. Di mana peningkatan kematian kemungkinan juga berdampak dari aktivitas libur panjang yang mengakibatkan peningkatan kasus baru yang signifikan.

Karena itu sebagai salah satu cara untuk menghindari penularan Dewi meminta masyarakat untuk selalu melakukan protokol kesehatan mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak (3M).

"Mengingatkan lagi kepada seluruh masyarakat Indonesia terkait dengan aktivitas, atau perayaan tahun baru, ada beberapa aktivitas dengan risiko tinggi yang harus kita hindari," kata Dewi.