Panglima TNI Siap Dukung Vaksinasi Covid-19

Panglima TNI Siap Dukung Vaksinasi Covid-19
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat menerima kunjungan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. (antara)

INILAH, Jakarta - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat menerima kunjungan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, di Subden Denma Mabes TNI, Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis, menegaskan siap mendukung pelaksanaan vaksinasi nasional Covid-19.

Dalam kunjungan itu, Menkes didampingi Wamenkes Dante Saksono Harbuwono, Sekjen Kemenkes drg Oscar Primadi, Dirjen Pelayanan Kesehatan Abdul Kadir, dan Plt. Dirjen P2P M Budi Hidayat.

Dalam pertemuan itu, Panglima TNI mengatakan bahwa vaksinasi Covid-19 merupakan program nasional, dan TNI siap mendukung rencana pelaksanaan vaksinasi nasional yang akan dilakukan Kemenkes.

"TNI ikut berperan aktif dalam membantu Kemenkes RI, khususnya menyiapkan kapasitas sumber daya manusia dan TNI telah melaksanakan kegiatan Training of Trainer Vaksinasi Covid-19 yang digelar di Mabes TNI Cilangkap beberapa waktu lalu," ujarnya pula.

Demi tercapainya keberhasilan dari vaksinasi nasional, maka dibutuhkan dukungan seluruh pihak termasuk TNI yang memiliki sumber daya mulai dari SDM, fasilitas kesehatan dan alutsista (alat utama sistem persenjataan).

"Saat ini TNI telah menyiapkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan, mulai dari penyimpanan, pengamanan, pendistribusian ke setiap fasilitas kesehatan, serta kesiapan fasilitas kesehatan untuk pelaksanaan vaksinasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku," kata Marsekal Hadi Tjahjanto.

Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan, dalam waktu dekat Kemenkes akan segera melaksanakan vaksinasi nasional sebagai salah satu upaya memutus mata rantai penularan Covid-19.

"Kemenkes meminta bantuan kepada TNI yang dinilai memiliki sumber daya manusia (SDM) dan fasilitas kesehatan yang lengkap serta alutsista dalam mendukung pendistribusian dan pelaksanaan vaksinasi nasional ke seluruh wilayah Indonesia, khususnya pulau terluar dan wilayah terpencil," ujarnya pula.

Menurut Budi, rencana vaksinasi harus dilakukan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian serta persiapan matang.

"Ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian bersama terkait rencana vaksinasi nasional, di antaranya ketersediaan vaksin, kesiapan sarana prasarana, SDM yang bertugas, strategi distribusi, serta proses vaksinasi," ujarnya pula. (antara)