Berbisnis Bukan Aib Bagi Supardi Nasir

Berbisnis Bukan Aib Bagi Supardi Nasir
dok/inilahkoran

INILAH, Bandung - Kapten Persib Bandung, Supardi Nasir menaruh hormat. Terutama bagi para pelaku sepak bola. 

Pasalnya penghasilan yang didapatkan, tidak hanya dari sepak bola. Beberapa di antaranya dihasilkan melalui bisnis yang dijalaninya.

Menurutnya, berbisnis menjadi keputusan yang tepat dilakukan. Sebab sejak pertengahan Maret 2020 lalu, kompetisi sepak bola di Indonesia dihentikan akibat pandemi Covid-19. 

"Banyak pemain pastinya memikirkan masa depan, apalagi dengan kompetisi yang belum jelas. Wajar mencari tambahan lain," kata Supardi saat dihubungi. 

Bahkan dengan ketiadaan kompetisi, membuat para pemain, pelatih hingga ofisial harus menerima potongan gaji yang cukup besar. Sesuai dengan keputusan PSSI, para klub diperbolehkan membayar gaji sebesar 25 persen. 

"Mereka punya keluarga masing-masing yang tidak menutup pemasukan sekarang yang gaji sedikit lebih dibandingkan saat normal. Itu wajar dan menurut saya itu mulia, apalagi dia kepala keluarga dan itu wajar cari tambahan lain," tuturnya. 

Supardi menilai memiliki bisnis bukan menjadi aib bagi pelaku sepak bola. Karena itu, dia menaruh rasa hormatnya dengan keputusan yang dilakukan para pelaku sepak bola di tengah ketiadaan kompetisi. 

"Apa aibnya dari alih profesi itu? itu hanya ubah saja, dari apa jadi jualan, dan dari agama itu adalah hal mulia. Apalagi kita laki-laki harus bekerja," tegasnya. 

Namun, Supardi berharap kompetisi bisa kembali digulirkan. Sehingga para pelaku sepak bola bisa melangsungkan kegiatannya seperti sedia kala. 

"Semoga 2021 makin baik, liganya cepat bergulir, karena itu yang diharapkan oleh semua pemain," harap Supardi. (Muhammad Ginanjar)