Ririn Tewas Tak Wajar di Kamar Kos, Keluarga Yakini Adanya Kejanggalan

Ririn Tewas Tak Wajar di Kamar Kos, Keluarga Yakini Adanya Kejanggalan
Keluarga masih mempertanyakan kematian tak wajar Ririn Atikah
INILAH, Bandung- Teka-teki kematian Ririn Atikah (29), warga Sukabungah, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung masih menjadi pertanyaan bagi keluarga besarnya. 
 
Perempuan berprofesi pengemudi ojek daring itu ditemukan tewas dalam kondisi tak wajar di kamar indekosnya.
 
Jenazah Ririn ditemukan terbujur kaku dengan kondisi tubuh yang mulai membusuk pada 3 November 2018 lalu di kamar kostnya,  Gg Flamboyan IV, Sukabungah, Sukajadi, Kota Bandung. 
 
Di sekitar jenazahnya ditemukan secarik surat wasiat yang menyatakan perpisahan sekaligus permohonan maaf kepada orang tuanya. Kendati begitu, pihak keluarga memastikan surat tersebut bukan hasil tulisan Ririn.
 
Keluarga pun merasa janggal dengan raibnya ponsel dan sepeda motor yang biasa ditumpangi Ririn untuk menarik penumpang pascakejadian.
 
"Saat ditemukan kondisi Ririn berselimut sambil memeluk guling, begitu tertata rapi seperti sudah diatur. Kondisi televisi menyala," ujar Usman, paman dari Ririn saat ditemui wartawan Senin (18/2).
 
Usman pun menepis isu Ririn bunuh diri, karena ibu satu anak itu baru saja mendapatkan pekerjaan yang penghasilannya lebih dari cukup. Selain itu, Ririn juga dikenal sebagai pribadi yang terbuka dan tegar.
 
"Utang piutang dia juga sudah lunas dan kami sudah memastikan itu, makanya aneh saat dalam wasiat motor dan ponsel dijual, kami merasa ada yang janggal,"ujarnya.
 
Dari hasil puslabfor, ujar Usman, ditemukan senyawa pestisida dari dalam lambung Ririn.
 
"Kalau dia minum racun, mana gelas atau botol racunnya? Dari dugaan polisi yang sampai ke kami, ada beberapa kemungkinan, tapi masih menggantung," katanya.
 
Mulyadi (41), paman korban lainnya, mengatakan Ririn terakhir kali dilihat keluarga pada Rabu 1 November 2018. Saat itu Ririn memesan makanan dan mengatakan segera kembali ke indekosnya untuk menemui rekannya.
 
"Itu terakhir kami lihat, kebetulan kostnya dekat dengan rumah keluarga besar, katanya mau bertemu dengan temannya di kamar kostnya," ujarnya.
 
Kasus ini dalam penanganan Polsek Sukajadi, ujar Mulyadi, namun hingga 100 hari lebih sejak kematian korban, pihak keluarga belum menemukan titik terang, termasuk penyebab kematian Ririn.
 
"Polisi menyebut saksi lemah sehingga tidak bisa melakukan tindakan. Kami penasaran penyebab kematian dari Ririn, apalagi setelah ada surat wasiat yang kata-kata dan tulisannya bukan hasil tulisan Ririn," kata Mulyadi.