Akademisi Unpad: 2.178 Kosakata Arab Terserap Bahasa Indonesia

Akademisi Unpad: 2.178 Kosakata Arab Terserap Bahasa Indonesia
istimewa

INILAH, Bandung - Perkembangan bahasa Indonesia tidak lepas dari asimilasi budaya luar Nusantara, salah satunya adalah bahasa Arab. Hal ini menjadikan banyak kosakata bahasa Indonesia diserap dari bahasa Arab.

Guru Besar Linguistik Arab Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Padjadjaran (Unpad) Tajudin Nur menjelaskan, bahasa Arab diperkirakan masuk Nusantara sekitar abad 7 – 8 Masehi, sejalan dengan mulai masuknya Islam ke bumi Nusantara. Sejak saat itu, bahasa Arab menjadi bahasa agama dan ekspresi budaya suku-suku bangsa Nusantara

“Pada gilirannya (bahasa Arab) berkontribusi membesarkan bahasa nasional dan bahasa Nusantara melalui wahana keagamaan dan kebudayaan,” ungkap Tajudin, Minggu (3/1/2021).

Kontribusi besar bahasa Arab berperan dalam pengayaan kosakata dan pembentukan gramatika atau tata bahasa. Sayangnya, kontribusi ini mulai terlupakan oleh penutur bahasa Indonesia.

Tajudin mengatakan, banyak di antara penutur bahasa Indonesia yang tidak tahu jika kata yang diucapkannya merupakan serapan dari Arab.

Dia mencontohkan, kata “makna”, “maksud”, “yakni”,”rakyat”, dan “akal” di antaranya merupakan kata serapan dari bahasa Arab. Bahkan, kata-kata tersebut masih digunakan di Arab sampai saat ini meski terjadi pergeseran makna.

“Kalau masalah pelafalan fonetisnya pasti berubah, karena fonem yang dimiliki Arab berbeda dengan di Nusantara, sehingga orang Nusantara menyesuaikan diri,” tutur Ketua Departemen Linguistik FIB Unpad ini.

Sejumlah ahli bahasa Indonesia pun telah melakukan penelitian terkait sumbangsih bahasa Arab terhadap bahasa Indonesia. Salah satunya adalah Kamali dalam Ghazali (1999) yang meneliti Kamus Umum Bahasa Indonesia menemukan sedikitnya 2.178 kosakata Arab dalam kamus tersebut.

Tidak hanya di bidang kosakata dan tata bahasa, kata Tajudin bahasa Arab juga berperan dalam pengembangan budaya di Nusantara. Banyak nama-nama orang Indonesia yang menggunakan nama atau istilah dari bahasa Arab, contohnya nama-nama nabi, sahabat nabi, tokoh muslim, atau nama-nama yang diambil dari kosakata Alquran.

Tajudin juga menemukan, bahasa Arab juga banyak diserap dalam ungkapan di penutur bahasa Indonesia, penggunaan kesusastraan, hingga penggunaan pada bidang ketatanegaraan.

“Ruh bahasa Arab telah lama bernafas dalam jiwa bahasa Indonesia,” kata Tajudin. (Okky Adiana)