Awal 2021, Kasus Covid-19 Kabupaten Cirebon Hampir Tembus 4 Ribu Orang

Awal 2021, Kasus Covid-19 Kabupaten Cirebon Hampir Tembus 4 Ribu Orang
Foto: Maman Suharman

INILAH, Cirebon - Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon merilis jumlah total kasus konfirmasi Covid-19. Sejak awal 2020 hingga awal 2021 ini hampir tembus 4 ribu orang. Tepatnya per hari Minggu (3/1/2021) jumlah total kasus konfirmasi Covid-19 sebanyak 3.989 orang.

Dari jumlah tersebut, tercatat total konfirmasi bergejala sebanyak 1.933 orang. Konfirmasi tanpa gejala ada 2.056  orang, konfirmasi perjalanan 66 orang, konfirmasi kontak erat berjumlah 1.912 orang. Sementara yang masih dalam perawatan Rumah sakit dan solasi mandiri sebanyak 892 orang, selesai isolasi 2.867 orang, yang konfirmasi baru ada 21 orang, serta meninggal dunia totalnya berjumlah 230 orang.

Kadinkes Kabupaten Cirebon Enny Suhaeni mengakui, kasus konfirmasi Covid-19 di Kabupaten Cirebon dipastikan akan terus bertambah. Hal itu karena kebanyakan yang terkonfirmasi adalah klaster keluarga. Hal inilah yang menyebabkan kasus konfirmasi terus bertambah setiap harinya. Kalau salah satu keluarga ada yang terkena, maka otomatis akan dilakukan tracing kepada keluarga lainnya.

"Klaster keluarga itu jelas akan menambah jumlah konfirmasi. Misalnya istrinya yang kena, kami akan tracing kepada suaminya, anak anaknya bahkan ke tetangganya dan kelurga terdekat. Pasti akan ada penambahan kasus konfirmasi," ungkap Enny, Minggu (3/1/2021).

Dalam sehari lanjut Enny, dipastikan lebih dari 40 kasus konfirmasi baru ditemukan di Kabupaten Cirebon. Kebanyakan memang, orang tanpa gejala yang saat ini totalnya lebih dari 2 ribu orang. Walaupun saat ini anggaran covid sudah closing, namun pihaknya akan terus melakukan tracing, manakala ditemukan kasus konfirmasi baru. Pada bulan ini, Pemkab dipastikan akan menyiapkan anggaran baru untuk pemeriksaan VCR, walaupun belum jelas berapa anggaran yang akan diberikan.

"Sampai bulan apa saja, tetap kita akan melakukan tracing. Kami belum tahu berapa anggarannya untuk tahun ini. Tapi untuk persediaan Reagen dan VTM kami sudah disiapkan oleh BNPB. Artinya, setiap kami butuh, tinggal mengajukan dan pasti dipenuhi," jelasnya.

Enny menambahkan, penyerapan anggaran Covid-19 tahun lalu, sebesar 79 persen, dan ditutup pada tanggal 23 Desember. Justru penambahan saat ini, hasil tracing setelah anggaran ditutup. Walaupun anggaran sudah ditutup, namun Dinkes akunya tetap harus melakukan tracing karena angka penambahan setiap hari di atas 40 orang.

"Ya kalau kita setop tracing berbarengan anggaran di-closing, nantinya pasti timbul masalah baru. Bisa dibayangkan, berapa ribu orang yang tidak terdeksi oleh kami, gara gara anggaran sudah di stop. Jadi tracing tetap berjalan walaupun sisa anggaran dikembalikan lagi ke kas daerah. Intinya tracing terus berjalan sampai Covid dinyatakan selesai," tukasnya. (Maman Suharman)