Bencana Puting Beliung Slangit Belum Naik Status Siaga Bencana

Bencana Puting Beliung Slangit Belum Naik Status Siaga Bencana
Foto: Maman Suharman

INILAH, Cirebon - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon belum menaikan status siaga bencana untuk kasus puting beliung Slangit. 

"Ya kita sedang rancang statusnya menjadi siaga bencana selama tujuh hari. Kita sedang koordinasi terlebih dahulu. Pokoknya secara parsial nanti kita akan tetapkan menjadi siaga bencana," kata Kepala BPBD Kabupaten Cirebon Alex Suheriyawan, Senin (4/1/2021)

Dia menjelaskan, kalau ditetapkan menjadi siga bencana maka penyaluran bantuan dipastikan lewat satu pintu. Tentu, diawasi langsung pihak Koramil, Polsek, dan kuwu yang didampingi camat setempat. Selama ini, pihak BPBD sudah melakukan assesmen terkait kejadian serangan angin puting beliun di Desa Slangit Kecamatan Klangenan.

"Kita lakukan assesmen, terus penanganan kerusakan dan korban. Nah nanti kalau sudah jadi siaga bencana, konteks bantuan juga pasti ada regulasinya dan bisa dipercepat," ungkapnya.

Dirinya juga menyebutkan, hasil pendataan lanjutan, ada penambahan kerusakan rumah sebanyak 315 dari 278 data awal rumah yang rusak. Jumlah tersebut meliputi rusak sedang, ringan dan berat. Wilayahnya hanya satu desa yaitu Slangit pada 12 RT. Sedangkan kerugian, diperkirakan sebesar Rp500 jutaan. Alex juga menyebutkan, akan ada kunjungan dari Kemensos didampingi anggota DPR-RI, Selly gantina.

"Saat ini kami masih menunggu bantuan pihak lain. Ini karena bantuan yang masuk sangat tidak ideal. Tapi kami sudah banyak sekali menerima bantuan dari lapisan masyarakat dan organisasi serta ormas-ormas di Kabupaten Cirebon. Saat ini masih butuh material bangunan, sembako, baju hangat selimut dan lainnya," jelas Alex.

Sementara itu, Bupati Cirebon Imron saat meninjau lokasi mengaku ikut prihatin atas musibah angin puting beliung di Desa Slangit. Imron meminta warga yang terkena musibah, untuk bersabar. Pihaknya juga menyerahkan bantuan. Dari semua OPD, sudah terkumpul uang, namun akan dibelikan berupa barang dan kebutuhan warga.

"Kami akan bantu untuk pembelian material rumah berupa genteng, bata, pasir dan semen. Bahkan dari Baznas juga akan membantu perbaikan mesjid dan mushola yang rusak, sampai selesai," papar Imron.

Imron menambahkan, tetap akan membantu kondisi rumah yang rusak berat, walaupun hanya sebatas perbaikan atap. Namun khusus Baznas, ada bantuan pembangunan salah satu rumah yang memang diperuntukan untuk mengajar anak-anak mengaji. Saat ini, rumah tersebut ambruk dan harus dibangun ulang.

"Pemkab sekuat mungkin akan membantu perbaikan rumah. Ya minimal sampai gentingnya rapih kembali. Tapi kalau Baznas akan membangun ulang rumah yang ambruk, karena memang peruntukannya untuk mengajar anak-anak mengaji," tukasnya. (Maman Suharman)