Belajar Tatap Muka Segera Dilakukan, Pengamat: Jangan Dulu Lah...

Belajar Tatap Muka Segera Dilakukan, Pengamat: Jangan Dulu Lah...
foto: Bambang Prasethyo

INILAH, Bandung - Dinas Pendidikan Jawa Barat (Disdik Jabar) akan melakukan pembelajaran tatap muka (PTM), pada Senin (11/1/2021) mendatang, dengan catatan pihak sekolah sudah siap dengan sarana prasarana yang diajukan, serta dilakukan secara bertahap dengan prinsip sukarela dan tidak wajib. 

 

Melihat kondisi ini, Pengamat Kebijakan Pendidikan, Cecep Darmawan mengatakan pemangku kebijakan seharusnya tidak dulu untuk menggelar PTM. Sebab kondisi saat ini grafik untuk virus Covid-19 terus meningkat dari hari ke harinya, bahkan perharinya bisa mencapai 7.000 (tujuh ribu orang).

 

Sehingga kata dia, lebih baik lanjutkan saja dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau belajar di rumah (BdR) dengan berbagai metodologi yang ada. 

 

"Yang pertama harus hati-hati ya. Kalau saya, lihat kondisi ini Jabar jangan dulu membuka sekolah tatap muka. Kedua, harus ada inovasi model PJJ yang inovatif di Jabar. Misalnya, guru masuk ke kelas dengan teknologi, siswa di rumah, kemudian ada interaksinya di kelas atau di labolatorium melalui virtual, tapi bisa mantau bagaimana guru mengajar dan lain sebagainya," kata Cewan panggilan akrab Cecep Darmawan yang juga Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) ini, Selasa (5/1/2021).

 

Dia menambahkan misalnya dalam satu kelas virtual ada 30 siswa, guru bisa mengamati dan berdialog dengan siswa melalui layar lebar bagaimana guru menerangkan satu mata pelajaran yang inovatif dan interaktif agar peserta didik tidak merasa bosan atau jenuh. Pemda harus menganggarkan APBD nya yg pro pendidikan untuk fasilitas digitalisasi sekolah.

 

"Untuk sementara jangan dulu lah, tapi tidak untuk selamanya, karena covidnya masih menyebar, walaupun memungkinkan di buka sekolahnya. Opsinya lebih baik lanjutkan PJJ untuk di semester ini," ucap Cewan.

 

Cewan berharap pemerintah untuk tahun ini harusnya konsen terhadap infrastuktur digital. Kalau misalnya kesulitan jaring, maka jaringannya harus diperbaiki, kalau kesulitan perangkat-perangkat teknologi di buku pembelajaran disiapkan. (Okky Adiana)