Kurikulum Masagi Jembatani Kebutuhan Peserta Didik di Bidang Akademis dan Life Skill

Kurikulum Masagi Jembatani Kebutuhan Peserta Didik di Bidang Akademis dan Life Skill
istimewa

INILAH, Bandung - Kurikulum Masagi merupakan implementasi kurikulum nasional berbasis karakter dan based learning dengan kearifan lokal Jawa Barat (Jabar). Kurikulum masagi ini akan diterapkan pada semester genap tahun ajaran 2020/2021 di seluruh SMA, SMK, dan SLB di Jabar.

Kepala Dinas Pendidikan Jabar Dedi Supandi menjelaskan, Kurikulum Masagi bertujuan menjembatani kebutuhan pembelajaran peserta didik di bidang akademis dan life skill. Sehingga, kurikulum ini memberikan fleksibilitas antara kurikulum nasional dan daerah. Fleksibilitas tersebut juga akan memudahkan pembelajaran di masa adaptasi kebiasaan baru saat ini.  

"Jadi, Kurikulum Masagi itu penyederhanaan dari kurikulum 2013, ada kurikulum kedaruratan ditambah dengan muatan lokal. Pembedanya adalah, disitu banyak penggabungan tematik-tematik pembelajaran. Jadi nanti, ini menjawab dari survei yang telah dilakukan Disdik Jabar, baik kepada siswa dan orang tua," ujarnya, Selasa (5/1/2021).

Dia menyebutkan, dalam penggabungan Kurikulum Masagi ini lima mata pelajaran itu dirangkum menjadi satu mata pelajaran. Jadi, satu tugas ini bisa untuk lima mata pelajaran.

"Itulah kurikulum yang kolaboratif dan siswa tidak terlalu terbebani oleh tugas-tugas yang banyak," imbuhnya.

Agar berjalan optimal, Kadisdik mendorong seluruh pengawas sekolah untuk mengawasi penerapan Kurikulum Masagi di satuan pendidikan.

"Bantu sama-sama untuk mengawasi, memonitoring, dan mengevaluasi pelaksanakan kurikulum yang nanti akan dilaksanakan," ucapnya.

Melalui inovasi tersebut, Kadisdik berharap Jabar semakin terdepan dalam meningkatkan mutu dan aksesibilitas pendidikan. (Okky Adiana)