Pramugari dan Pegawai Bank Diperiksa Dugaan Kasus Prostitusi Online 

Pramugari dan Pegawai Bank Diperiksa Dugaan Kasus Prostitusi Online 
ilustrasi/net

INILAH, Bandung - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Jabar terus melakukan pengembangan kasus prostitusi online jaringan nasional, yang sempat menyeret artis sekaligus model panas berinisial TA. 

Kali ini, penyidik memeriksa pramugari dan pegawai bank yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

Kasubdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jabar Kompol Reonald Simanjuntak, mengatakan pemeriksaan tersebut dilakukan terhadap tujuh orang yang merupakan 'anak asuh' muncikari MR alias Alona.

Ketujuh saksi tersebut berinisial SAS, SC, DL, MC, A, C dan V. Profesi dari ketujuh saksi yang diperiksa berbeda-beda. Diantaranya terdiri dari selebgram, artis, pegawai bank, hingga pramugari.

"Jadi ada 7 saksi yang diperiksa terkait kasus ini. Kemarin itu C sebagai pramugari yang diperiksa. Hari ini yang diperiksa melalui zoom inisialnya A pegawai bank," ucap Reonald saat dikonfirmasi, Selasa (5/1/2021).

Selain dua orang tersebut. Reonald mengungkapkan, terdapat satu artis sekaligus selebgram yang akan diperiksa. Rencananya, selebgram berinsial SC akan diperiksa hari ini di Polda Jabar.

"Nah, rencananya nanti siang ada yang diperiksa lagi datang ke Polda Jabar, inisialnya SC sebagai artis sekaligus selebgram," tutur Reonald.

Untuk diketahui sebelumnya, Subdit V Siber Dit Reskrimsus Polda Jabar mengungkap kasus prostitusi online jaringan nasional. Tiga mucikari kelas kakap pun berhasil diamankan.

Ketiga mucikari AH, RJ dan MR tersebut telah mejalankan bisnis haramnya sejak tahun 2016. Selama 4 tahun, para mucikari mampu mengembangkan jaringan bisnisnya hingga ke seluruh wilayah di Indonesia.

Kasus ini juga sempat menyeret seorang selebgram sekaligus model majalah dewasa berinisial TA ditangkap Subdit V Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Jabar dalam kasus prostitusi online. Berdasarkan hasil penyidikan, TA memiliki tarif Rp75 juta untuk sehari kencan. (Ridwan Abdul Malik)