Selama 2020, Pengunjung Perpusda Garut Berkurang 10 Ribu 

Selama 2020, Pengunjung Perpusda Garut Berkurang 10 Ribu 
Foto: Zainulmukhtar

INILAH, Garut - Akibat pandemi Covid-19 selama 2020, jumlah pengunjung Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Garut mengalami penurunan drastis mencapai sepuluh ribu orang. Padahal, biasanya jumlah pengunjung Perpusda Garut tak kurang dari 30 ribu orang setiap tahunnya.

Hal ini dikemukakan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusip) Kabupaten Garut Lisnawati, Selasa (5/1/20210.

Dia menuturkan, selama pandemi Covid-19 pihaknya terpaksa menutup sementara pelayanan kunjungan langsung ke Perpusda di Jalan RSU Kecamatan Tarogong Kidul. Hal itu dilakukan guna mencegah kerumunan, sekaligus mengurangi penyebaran Covid-19.

"Kami mengutamakan pelayanan kepada masyarakat itu, yang memerlukan buku penting, seperti untuk mahasiswa yang sedang menyusun skripsi, yang penelitian. Itu lebih diutamakan. Kalau untuk yang membaca di tempat, kami tidak melayaninya karena itu menimbulkan kerumunan. Ke perpustakaan itu biasanya berkerumun, jadi pinginnya ngobrol," ujar Lisnawati.

Dia menuturkan, aktivitas Perpustakaan Daerah Kabupaten Garut selama masa pandemi Covid-19 menerapkan sistem pelayanan tertutup. Dalam sistem pelayanan tertutup, pemustaka tidak boleh secara langsung mencari dan mengambil koleksi langsung dari rak buku, tetapi pegawai perpustakaan yang akan mencarikan dan mengambil koleksi dari rak buku, sesuai dibutuhkan pemustaka. Hal itu bertujuan sebagai bagian dari penerapan protokol kesehatan mencegah penularan Covid-19. 

Namun begitu, pemanfaatan perpustakaan digital dengan menggunakan aplikasi Bacaan Generasi Digital (i-Bagendit) disediakan Dispusip Garut di kalangan pemustaka mengalami peningkatan signifikan selama masa pandemi Covid-19. Aplikasi tersebut menjadi solusi pemustaka membaca koleksi perpustakaan di masa pandemi.

Lisnawati menyebutkan, banyak masyarakat bertanya kapan Perpusda Garut dibuka kembali. Namun pihaknya masih merasa khawatir dibukanya Perpusda dapat menimbulkan klaster baru Covid-19. 

Meski demikian, lanjutnya, ke depan pihaknya akan mencoba membuka kembali Perpusda namun dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat. Dengan cara, antara lain dilakukannya pembatasan jumlah pengunjung dan pembatasan lama membaca di Perpusda. 

"Biasanya 200 (pengunjung) per hari. Kami mungkin (membatasi) 50 atau 20 sampai 50 orang per harinya. Juga, mungkin dengan protokol kesehatan, harus pakai masker, cuci tangan dulu. Terus, waktunya juga mungkin kami batasi tidak lama. Jadi tidak berlama-lama (di Perpusda)," katanya. (Zainulmukhtar)