PJJ Diberlakukan Kembali, Ini Curahan Hati Orang Tua Siswa

PJJ Diberlakukan Kembali, Ini Curahan Hati Orang Tua Siswa
net

INILAH, Bandung - Pemerintahan Kota Bandung menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) hingga enam bulan kedepan. Apa yang harus dilakukan oleh para orang tua siswa ini dalam melakukan PJJ agar siswa tidak merasa jenuh?

Salah satu orang tua siswa di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al-Irsyad Al-Islamiyyah Bandung, R Mamay Sukma menjelaskan memang PJJ ini sebetulnya tidak bisa memaksakan kehendak diri sendiri, bahwa pemerintah dan dinas juga tidak mengizinkan untuk pembelajaran tatap muka (PTM), kalau memang dikondisikan seperti itu, pihaknya mengikuti aturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

"Sebenarnya kalau untuk penanaman orang tua cukup besar juga untuk PJJ ini, tidak bisa dilepas sepenuhnya untuk mengikuti PJJ dan harus ada pendamping orang tua, khususnya level bawah. Kelas itu kan tidak bisa berdiri sendiri mengikuti PJJ nya dari awal, bahkan untuk tugas-tugas pun mereka harus diarahkan oleh orang tua. Mungkin hal ini yang memberatkan orang tua untuk mengikuti PJJ kepada anak," papar Mamay, Rabu (6/1/2021).

Menurut dia, dari segi kemampuan semua anak tidak sama, kalau di level atas tidak masalah, kalau di level bawah harus ada pendamping, terutama ketika pihak sekolah memberikan tugas, misalnya seperti prakarya dan lainnya.

"Saya berharap tim pendidik bisa memberikan kemudahan-kemudahan dalam fleksibilitas waktunya dalam hal pembelajaran itu," ucapnya.

Sementara itu, Kepala SDIT Al-Irsyad Al-Islamiyyah Bandung Enden Musofa mengungkapkan, terkait PJJ di sekolahnya, pihak sekolah dalam hal ini guru tidak memberatkan, karena ada mata pelajaran yang di sederhanakan.

"Kalau memberatkan ya tidak sih, kalau dalam prosesnya misalnya berat, ya tergantung persepsinya, jangan dibikin bebanlah," ujar Enden.

Enden mengungkapkan, agar siswa dan guru tidak merasa bosan dalam pembelajaran, pihaknya melakukan beberapa media yang dipakai, seperti aplikasi zoom, google classroom, grup WhatsApp (WA), dan menggunakan aplikasi pembelajaran lain dari Quzizz, media pembelajaran melalui YouTube dan aplikasi yang menunjang pembelajaran.

"Kalau titik jenuh pasti ada, tapi harus ada modifikasi dalam model pembelajarannya," singkatnya.

Hal yang menjadi kendala dalam melakukan PJJ ini kata Enden, jaringan yang tidak stabil, kadang jaringan itu berbeda, tidak terdengar dan lainnya, meski begitu dengan adanya PJJ ini, kreatif guru makin meningkat, jadi upaya apa sih yang akan dilakukan guru supaya materinya sampai kepada peserta didik.

"Namun dalam parktik dalam pembelajaran langsung, contoh praktik IPA dan lain sebagainya ada kesulitan, tapi bisa disiasati pada zoom dilakukan bersama," imbuhnya.

Dia berharap pihak sekolah ada kerjasama dengan semua pihak dan memberikan materi untuk pelayanan yang terbaik.

"Selain itu tanggung jawab orantua memberikan motivasi, arahan pada saat pembelajaran di rumah," pungkas Eden. (Okky Adiana)