Kota Bandung Siapkan 180 Tempat Vaksinasi Covid-19

Kota Bandung Siapkan 180 Tempat Vaksinasi Covid-19
Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bandung Ema Sumarna. (Istimewa)

INILAH, Bandung - Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bandung Ema Sumarna mengatakan, sebanyak 45 ribu dosis vaksin Covid-19 belum didistribusikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat ke Kota Bandung. Namun, Kota Bandung telah menyiapkan tempat untuk menyimpan vaksin tersebut.

Selain hal tersebut, dituturkannya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung telah melakukan pelatihan kepada tenaga vaksinator dan tempat kegiatan vaksinasi Covid-19. Target sasaran yang akan disuntik vaksin pada pertengahan Januari mendatang yaitu sumber daya kesehatan d Kota Bandung. 

"Sudah ada yang akan divaksinasi, ada 180 tempat. Rumah sakit, 36. Puskesmas 80 dan klinik kesehatan. Prioritas inline dengan kebijakan pusat bukan hanya nakes tapi SDM yang bekerja di ruang lingkup kesehatan seperti OB dan tenaga keamanan," kata Ema di Balai Kota, Jalan Wastukancana, Kota Bandung, Kamis (7/1/2021).

Dia mengaku telah mendapatkan informasi jika pelaksanaan vaksinasi pemerintah pusat akan dimulai pada 14 Januari mendatang. Pemerintah kota akan melaksanakan rapat dengan Pemprov Jabar terkait teknis pelaksanaan vaksin Jumat (8/1/2021).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Ahyani Raksanegara mengatakan, total sumber daya kesehatan yang akan divaksin mencapai 23 ribu. Diantaranya perawat, petugas gizi, pramusaji dan petugas surveilans. Dia menambahkan, jumlah sumber daya kesehatan yang diajukan ditetapkan pemerintah pusat termasuk alokasi dosis vaksin.

"Sasaran dan alokasi ditetapkan pusat, sekian divaksinasi itu dari pusat. Hingga Rabu (7/1/2021) kemarin, jumlah kasus konfirmasi positif aktif sebanyak 605 orang, pasien yang melakukan isolasi mandiri sebanyak 498 orang dan kumulatif mencapai 5.951 orang," kata Ahyani. 

Menurutnya, level kewaspadaan atau tingkat risiko penyebaran Covid-19 di Kota Bandung berada pada zona oranye dalam beberapa minggu kemarin. Namun begitu, masyarakat diminta tidak abai menerapkan protokol kesehatan. Sebabnya tingkat keterisian tempat tidur pasien Covid-19 sudah mencapai 90 persen. (Yogo Triastopo)