Perketat Aturan, Ade Yasin Terapkan PSBM Pra-AKB

Perketat Aturan, Ade Yasin Terapkan PSBM Pra-AKB
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Bogor - Bupati Bogor Ade Yasin siap melaksanakan instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 1/2021 tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan untuk pengendalian penyebaran Covid-19.

Dia menegaskan, Pemkab Bogor segera menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) untuk menerapkan kebijakan pembatasan sosial berskala mikro (PSBM) pra-adaptasi kebiasaan baru (AKB) mulai dari 11-25 Januari mendatang.

"Pemkab Bogor akan melaksanakan instruksi pemerintah pusat (Kemendagri) untuk mengetatkan aturan sesuai PSBM pra AKB, sebagai dasar hukumnya saya akan menerbitkan Perbup," kata Ade kepada wartawan, Kamis (7/1/2021).

Dia menerangkan, dengan aturan PSBM pra-AKB itu setiap kegiatan di perkantoran dibatasi dimana 75 persen bekerja dari rumah (WFH) dan 25 persennya bekerja di kantor (WFO).

"Dalam masa PSBM pra-AKB itu pun kegiatan belajar masih pendidikan jarak jauh, sektor kebutuhan pokok masih akan tetap beroperasi namun dengan protokol kesehatan. Pembatasan jam buka pusat perbelanjaan dan mal sampai pukul 19.00 WIB. Untuk restoran, 25 persen dan pemesanan makanan harus take away dan delivery bisa tetap buka serta kegiatan proyek pembangunan konstruksi masih tetap berjalan dengan protokol kesehatan ketat dan rumah ibadah dibatasi 50 persen. Terakhir fasilitas umum ditutup sementara dan moda transportasi akan diatur lebih jauh," tututnya.

Ade menuturkan untuk perkantoran di Pemkab Bogor, selain Dinas Kesehatan, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dipastikan akan melaksanakan aturan PSBM pra-AKB.

Dia menjelaskan, aturan PSBM pra-AKB akan segera disosialisasikban ke masyarakat. Dia meyakini aturan ini bisa dilaksanakan karena masyarakat pernah menjalaninya di awal pandemi Covid 19 pada April 2020 lalu.

"Saya merasa masyarakat bisa beradaptasi dengan aturan PSBM pra-AKB karena kebijakan ini pernah kita terapkan pada awal PSBB pada bulan April tahun lalu," jelasnya.

Dihubungi terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto berharap aturan baru yaitu PSBM pra-AKB akan efektif dalam pencegahan dan penangganan wabah Covid-19.

"Memang harus ada pola baru dalam hal ini PSBM pra-AKB karena aturan PSBB pra-AKB belum maksimal dalam upaya pencegahan dan penangganan wabah Covid-19. Uuntuk memastikan  kesuksesan tujuan diterapkannya aturan PSBM pra-AKB ini maka masyarakat harus sadar bersama-sama untuk menerapkannya secara disiplin," harap Rudy. (Reza Zurifwan)