Bangun 2.000 Unit Huntap, Pemkab Bogor Butuh 52 Hektare Lahan

Bangun 2.000 Unit Huntap, Pemkab Bogor Butuh 52 Hektare Lahan
Bupati Bogor Ade Yasin. (Reza Zurifwan)

INILAH, Sukajaya- Pemkab Bogor menyiapkan lahan seluas 52 hektare untuk membangun 2.000 unit hunian tetap (Huntap).

Hanya saja, untuk tahap awal 563 unit Huntap di lahan seluas 14 hektare akan siap dihuni oleh para korban bencana alam tanah longsor dan banjir bandang warga Kecamatan Sukajaya dan Cigudeg pada akhir Tahun 2021 mendatang.

"Pemanfaatan lahan seluas 52 hektare sudah dimohonkan oleh Pemkab Bogor  kepada PT. Perkebunan Nusantara VIII Cikasungka dan Kementerian ATR/BPN untuk dibangun 2.000 unit Huntap, saat ini baru  total 14 hektare  di Desa Urug, Kecamatan Sukajaya dan Desa Sukaraksa, Kecamatan Cigudeg yang sudah kami manfaatkan untuk membangun 563 unit Huntap dimana bisa dihuni pada akhir tahun ini," ucap Sekretaris Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor Lestya Irmawati kepada wartawan, Kamis, (7/1).

Mantan Kabid Insfrastruktur dan Pengembangan Wilayah Bappeda Litbang ini menerangkan jajarannya juga sudah mengusulkan ke Direktorat Penyediaan Perumahan KemenPU-PR, Pemprov Jawa Barat dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk membangun lagi 1.000 unit Huntap.

"Kebutuhan masyarakat korban bencana alam tanah longsor dan banjir bandang di awal Januari tahun lalu kan 2.000 unit hingga kami mengusulkan lagi permohonan bantuan pembangunan lagi 1.000 unit Huntap kepada Direktorat Penyediaan Perumahan KemenPU-PR, Pemprov Jawa Barat dan BNPB. Pemkab Bogor sendiri sudah menganggarkan Rp 25 miliar untuk membantu para korban untuk bersama BNPB membangun 500 unit Huntap diantaranya," terangnya.

Irma sapaan akrabnya menjelaskan bahwa bertahapnya pembangunan Huntap karena terkendala ketersediaan lahan dan persetujuan para korban bencana alam tanah longsor dan banjir bandang.

"Saat ini lahan yang dibutuhkan belum seluruhnya tersedia, lalu tidak semua korban bencana alam tanah longsor dan banjir bandang mau direlokasi ke Huntap, namun dengan sudah dibangunnya Huntap dan kualitas bangunannya yang baik saya yakin mereka perlahan-lahan akan setuju apabila nanti hendak direlokasi ke lahan yang tidak rawan bencana alam ini," jelas Irma.

Ia menambahkan dari 538 unit Huntap yang saat ini sedang dibangun, 62 persen di Desa Sukaraksa, Kecamatan Cigudeg dan 22 persen di Desa Urug, Kecamatan Sukajaya diantaranya sudah terbangun oleh penyedia jasa pemenang lelang proyek pembangunan Huntap.

"Info dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Direktorat Penyediaan Perumahan KemenPU-PR, progres proyek pembangunan 205 unit Huntap di Desa Urug, Kecamatan Sukajaya  sudah 22 persen dan untuk proyek pembangunan 358 unit Huntap di Desa Sukaraksa, Kecamatan Cigudeg sudah mencapai 62 persen," tambahnya.

Diwawancarai terpisah, Bupati Bogor Ade Yasin bersyukur progres proyek pembangunan 563 unit Huntap sudah berjalan baik, hal itu karena sangat dibutuhkan oleh para pengungsi korban bencana alam tanah longsor dan banjir bandang.

"Saat ini ribuan pengungsi masih tinggal di hunian sementara (Huntara), kedepan dengan selesainya  proyek pembangunan Huntap maka kehidupan mereka bisa lebih layak lagi karena selain luas lahannya 100 meter, type bangunan Huntapnya pun cukup luas yaitu 36 meter," tukas Ade. (Reza Zurifwan)