Inilah Yang Harus Diwaspadai Penderita Diabetes Saat Ikut Puasa Ramadhan

Inilah Yang Harus Diwaspadai Penderita Diabetes Saat Ikut Puasa Ramadhan
Ilustrasi/net

Inilahkoran, Diabetes adalah kelainan metabolisme tubuh yang disebabkan oleh banyak faktor seperti kurangnya insulin atau ketidakmampuan tubuh untuk memanfaatkan insulin (resistensi insulin).

Berdasarkan studi EPIDIAR 2001 (Epidemiology of Diabetes and Ramadhan), terdapat 79 persen pasien Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) yang tetap menjalankan ibadah puasa, sedikitnya hingga 15 hari.

Pada saat yang sama risiko hipoglikemia berat juga meningkat 7,5 kali lipat dibandingkan sebelum bulan puasa.

Yang dimaksud Hipoglikemia adalah kondisi dimana kadar gula dalam darah berada di bawah kadar normal, yaitu kurang dari 70mg/dL.

Menurut penuturan dari Prof. Dr. Saud N.M. Al-Sifri, Endocrinologist and Diabetes Consultant, saat ditemui di acara temu media MSD Inventing For Life, Sabtu, (27/04/2019). menjelaskan, ada beberapa gejala hipoglikemia bertahap mulai dari tingkat rendah hingga berat. Rinciannya sebagai berikut:

1. Gelaja hipoglikemia tingkat rendah (kadar glukosa 60-70 mg/dL) antara lain jantung berdebar, gemetar, lapar, keringat dingin, cemas, dan lemas.

2. Gejala hipoglikemia tingkat sedang (kadar glukosa 50-60 mg/dL) yaitu pasien mengalami perubahan perilaku, kesulitan mengontrol emosi dan konsentrasi, serta kebingungan.

3. Gejala hipoglikemia tingkat berat (kadar glukosa <50mg/dL) yaitu pasien dapat kehilangan kesadaran, kejang, koma, gangguan fungsi pembuluh darah (turunnya vasodilasi), inflamasi, gangguan pembekuan darah, gangguan irama dan kontraksi detak jantung yang berujung pada kematian. 

Seperti yang telah diberitakan dalam artikel "Penderita Diabetes Mau Puasa? Waspadai Ini". Menjalankan Ibadah Puasa bagi umat muslim adalah sebuah kewajiban. Karena itu, penderita diabetes melitus juga bisa menjalankan puasa dengan baik dan lancar.