Suami Inneke: Saya Dizolimi, Percuma Kooperatif dengan KPK

Suami Inneke: Saya Dizolimi, Percuma Kooperatif dengan KPK
INILAH, Bandung – Suami artis Inneke Koesherawati, Fahmi Darmawansyah mengaku dizolimi KPK. Dia kecewa dituntut maksimal, padahal sudah kooperatif saat menjalani pemeriksaan dan di persidangan.
 
Seperti diketahui, Fahmi dituntut maksimal, yakni lima tahun, denda Rp 200 juta, subsidair kurungan enam bulan. Atas tuntutan tersebut, Fahmi dan kuasa hukumnya bakal mengajukan pleidoi atau nota pembelaan.
 
Fahmi mengaku mengajukan diri sebagai justice colaborator (JC), namun hingga kini tidak jelas. Apalagi saat mendengar tuntutan yang dibacakan KPK, JC yang diajukannya seakan tidak ada efeknya.
 
"Itu kan tuntutan maksimal, saya ini bukan siapa-siapa. Kita tahulah kalau dibandingin dengan penyelenggara negara. Ini uang, uang saya. Uang saya pribadi," katanya usai persidangan.
 
Fahmi pun mengaku kecewa dan menganggap percuma kooperatif dengan KPK. Sebab kooperatif atau tidak sama sekali tidak ada pengaruhnya. Semua orang disuruh kooperatif sama KPK tapi hasilnya tetap sama.
 
Menurutnya, KPK hanya membohongi agar para tersangka kooperatif, begitu juga dirinya. Tapi lihat hasilnya, mereka sewenang-wenang. Disuruh kooperatif dan mengajukan JC, tapi tetap akhirnya tidak dikasih.
 
"Saya juga sudah lama tidak percaya KPK. Terlalu dzolim menurut saya," ujarnya.
 
Tapi Fahmi mengaku mempunyai tuhan, dan mereka (KPK) akan mempertanggungjawabkannya nanti. Hukum di negara ini punya tuhan, KPK tidak bisa seenaknya.
 
"Saya bukan penyelenggara negara dihukum maksimal. Kita bandingkan dengan penyelenggara negara lainnya. Tapi saya punya tuhan. Itu pertanggungjawaban mereka, kita lihat nanti," tandasnya.