27 Warga Margamulya Terserang Cikungunya

27 Warga Margamulya Terserang Cikungunya
Foto: Zainulmukhtar

INILAH, Garut - Selain terdapat warga terkonfirmasi positif Covid-19, sebanyak 28 warga di lingkungan Perumahan Margamulya Kelurahan Pataruman Kecamatan Tarogong Kidul terserang chikungunya dalam beberapa hari terakhir. 

Sehingga untuk mencegah penyebaran penyakit lebih luas, pihak pengurus Rukun Warga setempat mengusulkan dilakukannya fogging lingkungan yang langsung dipenuhi pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Garut.

Fogging merupakan tindakan pengasapan dengan bahan pestisida bertujuan membunuh nyamuk secara luas. 

Mereka terserang chikungunya itu terdiri atas sebanyak 15 perempuan dan 12 laki-laki. Sebanyak 14 orang di antaranya berusia 40 tahun ke atas, sebanyak sembilan dewasa, dan empat anak-anak.  

"Tadinya dikira hanya beberapa orang terkena chikungunya. Tetapi setelah dikonfirmasi ke Puskesmas, ternyata ada 28 orang di Margamulya terkena. Hasil diagnosa medis, semuanya menunjukkan gejala yang sama. Chikungunya," kata Amanda, warga Margamulya yang juga tenaga kader Kelurahan Pataruman, Minggu (10/1/2021).

Dia menyebutkan, dalam satu rumah di daerah tempat tinggalnya itu rata-rata terdapat lebih dari seorang terkena chikungunya. 

Chikungunya sendiri merupakan infeksi virus ditandai serangan demam dan nyeri sendi secara mendadak. Chikungunya adalah infeksi virus yang ditandai dengan serangan demam dan nyeri sendi secara mendadak.  Virus tersebut menyerang dan menulari manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus, dua jenis nyamuk yang juga dikenal sebagai penyebab demam berdarah.

Sedangkan mengenai pencegahan penyebaran Covid-19, pihak pengurus Rukun Warga selain melakukan pengetatan pelaksanaan protokol kesehatan dan pembatasan sejumlah kegiatan rutin seperti pengajian dan arisan warga, sempat juga dilakukan penyemprotan cairan desinfektan di lingkungan perumahan. 

Hanya, berbeda dengan pengasapan nyamuk chikungunya, penyemprotan desinfektan dilakukan secara mandiri setelah warga menghimpun iuran. Alasannya, pihak Dinas Kesehatan atau Puskesmas mengatakan tidak memiliki anggaran untuk keperluan tersebut ketika diajukan warga. 

Padahal, di lingkungan perumahan Margamulya itu terdapat salah satu warga meninggal dunia akibat Covid-19. Salah seorang pejabat di lingkungan Badan Penanggulangan Bencana Derah Garut juga sempat mengatakan untuk penyemprotan desinfektan pada lingkungan terdampak Covid-19 terdapat anggaran dialokasikan Pemkab Garut. (Zainulmukhtar)