Tolak Miras dan Narkoba, Warga Desa Banjaran Wetan Gelar Aksi Turun ke Jalan

Tolak Miras dan Narkoba, Warga Desa Banjaran Wetan Gelar Aksi Turun ke Jalan
Puluhan tokoh masyarakat, tokoh agama dan para pemuda Desa Banjaran Wetan Kecamatan Banjaran Kabupaten Bandung melakukan aksi menentang peredaran minuman keras (miras) dan narkoba di daerahnya yang diduga telah berlangsung lama, Minggu (9/1/2021). (Dani R Nugraha)

INILAH,Bandung- Puluhan tokoh masyarakat, tokoh agama dan para pemuda Desa Banjaran Wetan Kecamatan Banjaran Kabupaten Bandung melakukan aksi menentang peredaran minuman keras (miras) dan narkoba di daerahnya yang diduga telah berlangsung lama, Minggu (9/1/2021).

Berdasarkan pantauan lapangan, aksi warga ini dipimpin para Ketua RW dan dihadiri oleh Kepala Desa Apep Cahya Sariman dan sekretaris BPD Desa Banjaran Wetan Ujang Kusnadi. Saat aksinya, mereka memasang spanduk tepat didekat warung atau rumah yang biasa dijadikan tempat menjual miras.

Satu spanduk terlihat dipasang didekat warung milik Merry, di RW.06 Kampung Blok Desa yang sudah belasan tahun dikenal warga sebagai tempat menjual minuman keras.

"Ini sebagai bentuk inisiatif dan kepedulian kami warga Banjaran Wetan, melihat masih maraknya peredaran miras yang terkesan dibiarkan di wilayah kami," kata Anang Suryana, salah seorang tokoh masyarakat yang juga Ketua RW.06 Desa Banjaran Wetan.

Anang memastikan pemasangan spanduk ini merupakan langkah awal yang dilakukan pihak warga.

"Kami akan coba dulu melalui spanduk imbauan ini hingga akhir bulan Januari. Jika sampai akhir bulan ini tidak ada dampak, baik bagi penjual maupun pembeli mirasnya, tentu kami akan melakukan gerakan yang lebih terukur lagi, mungkin melalui gerakan massa yang lebih banyak. Tujuannya agar peredaran miras bisa diberantas," ujarnya.

Dikatakan Anang, sebelum pemasangan spanduk tersebut, sebenarnya pihak Desa Banjaran Wetan sudah melayangkan surat keberatan untuk para penjual miras. Surat tersebut ditandatangani para Ketua RT, Ketua RW dan masyarakat. Namun surat tersebut tidak digubris para penjual miras, dan peredaran minuman haram di Desa Banjaran Wetan pun tetap marak.

Dari data yang diolah sedikitnya ada empat tempat yang dikenal warga sebagai tempat penjualan miras dan penyalahgunaan obat terlarang di Desa Banjaran Wetan. Selain Merry di Kampunh Blok Desa, juga ada warung Ryan dan Bu De di Kampung Babakan dan sebuah tempat lagi di daerah bojong pulus.

Keempat tempat tersebut menurut pengakuan banyak warga, sudah lama melakukan aktifitas menjual miras. Namun anehnya mereka seperti tidak tersentuh aparat yang berwenang.

"Kami tentu berharap upaya warga ini juga dibarengi dengan langkah tegas Satpol PP dan pihak Kepolisian." kata Hendra Hidayat, salah seorang tokoh masyarakat yang juga Ketua RW.05 Desa Banjaran Wetan.

Hendra mengatakan, banyak contoh dampak negatif yang ditimbulkan akibat minunan keras, dari mulai keributan hingga terganggunya ketenteraman dan ketertiban warga.

Selain spanduk yang dipasang didekat tempat menjual miras, selanjutnya di tingkat RT dan RW se Desa Banjaran Wetan,  juga akan dipasang spanduk serupa. Tujuannya agar semua masyarakat memiliki pemahaman  yang sama, mencegah dan memberantas penjualan, peredaran dan penyalahgunaan miras dan obat-obatan terlarang.

Aksi "turun ke jalan" warga Desa Banjaran Wetan memasang spanduk tersebut berlangsung damai. Saat spanduk sedang dipasang, terlihat aktifitas jual beli miras terhenti sejenak. Padahal sebelum warga berkumpul, beberapa sepeda motor terlihat banyak yang berhenti untuk membeli minuman beralkohol tersebut.(rd dani r nugraha).