Warga Pulau Lancang Beberkan Dahsyatnya Suara Ledakan Sriwijaya Air Hingga Getarkan Kaca Jendela

Warga Pulau Lancang Beberkan Dahsyatnya Suara Ledakan Sriwijaya Air Hingga Getarkan Kaca Jendela
Warga Pulau Lancang Beberkan Dahsyatnya Suara Ledakan Sriwijaya Air Hingga Getarkan Kaca Jendela
Warga Pulau Lancang Beberkan Dahsyatnya Suara Ledakan Sriwijaya Air Hingga Getarkan Kaca Jendela
Warga Pulau Lancang Beberkan Dahsyatnya Suara Ledakan Sriwijaya Air Hingga Getarkan Kaca Jendela

INILAH, Jakarta,- Sejumlah warga Pulau Lancang membeberkan bagaimana dahsyatnya suara ledakan yang diduga Sriwijaya Air SJ 182. Suara keras menggelegar terdengar hingga nyaris memecahkan kaca rumah penduduk Pulau Lancang.

Pengakuan tersebut disampaikan sejumlah warga Pulau Lancang yang mengaku sempat kaget dengan suara ledakan keras tersebut di tengah hujan sekitar pukul 14.40 WIB.

Seperti diungkapkan Junaenah (40) warga Pulau Lancang, suara jatuhnya Sriwijaya Air SJ-182  menggelegar seperti petir dan menggetarkan rumah penduduk di Pulau Lancang.

"Hari itu hujan campur angin kencang, tiba-tiba ada suara 'duar' terdengar keras sekali sampai rumah (kaca rumah) bergetar," kata Junaenah (40), kepada ANTARA, Minggu petang, 10 Januari 2021.

Menurut Junaenah, kala itu, situasi tidak ada yang berbeda, ada masyarakat yang melaut, mencari rajungan (sejenis kepiting), dengan kebanyakan masyarakat berada di dalam rumahnya berlindung dari hujan.

"Pas dengar saya kaget: Ya Allah, suara apa itu, karena besar sekali seperti bom. Tapi saya dan anak-anak tidak keluar karena saya kira hanya petir di tengah hujan," kata Junaenah yang jarak rumahnya dari bibir pantai hanya sekitar 200 meter tersebut.

Junaenah pun mengaku, baru mendapatkan kabar terkait pesawa sekitar pukul 16.00 WIB, setelah adanya pengumuman Kementerian Perhubunganpesawat maskapai Sriwijaya Air hilang kontak di sekitar perairan Kepulauan Seribu.

Kabar itu juga diperkuat warga lainnya kembali dari melaut.  Dari kabar yang dibawa nelayan yang melaut, warga Pulau Lancang mengetahui ledakan tersebut adalah berasal dari sebuah pesawat yang mengalami kejadian nahas jatuh di antara tempat mereka dengan Pulau Laki yang tak berpenghuni.

"Nelayan yang baru pulang mengabari bahwa di sana (perairan Pulau Lancang-Pulau Laki) ada pesawat yang jatuh. Saya langsung ingat oh mungkin itu yang siang tadi (saat hujan) saya kira petir sangat besar," ucap Marsu, Ketua RT 001/RW 001 Pulau Lancang.

Marsu menyebutkan, seketika mendapatkan kabar tersebut, banyak warga Pulau Lancang yang dikerahkan untuk melakukan pencarian dan evakuasi di lokasi jatuhnya pesawat yang akhirnya diketahui merupakan milik Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak dengan nomor register PK-CLC.

"Akhirnya pihak berwenang di sini berinisiatif untuk mengumpulkan warga dan melakukan pencarian sebisanya sampai dihentikan sekitar pukul 21.00 WIB," ucap Marsu mengutip Antara.