Ketulusan Batin Mualaf Kita Serahkan pada Allah

Ketulusan Batin Mualaf Kita Serahkan pada Allah
Ilustrasi/Net

SYARAT utama bagi orang yang baru masuk Islam ialah mengucapkan dua kalimat Syahadat. Yaitu, "Asyhadu allaa ilaaha ilallaah, wa asyhadu anna Muhammadar Rasuulullah." Barang siapa yang mengucapkan dan mengikrarkan dengan lisannya, maka dia menjadi orang Islam. Dan berlaku baginya hukum-hukum Islam, walaupun dalam hatinya dia mengingkari. Karena kita diperintahkan untuk memberlakukan secara lahirnya.

Adapun batinnya, kita serahkan kepada Allah. Dalil dari hal itu adalah ketika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menerima orang-orang yang hendak masuk Islam, beliau hanya mewajibkan mereka mengucapkan dua kalimat Syahadat. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tidak menunggu hingga datangnya waktu salat atau bulan Puasa (Ramadan).

Di saat Usamah, sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, membunuh orang yang sedang mengucapkan, "Laa ilaaha illallaah, " Nabi menyalahkannya dengan sabdanya, "Engkau bunuh dia, setelah dia mengucapkan Laa ilaaha illallaah." Usamah lalu berkata, "Dia mengucapkan Laa ilaaha illallaah karena takut mati." Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Apakah kamu mengetahui isi hatinya?"

Dalam Musnad Al-Imam Ahmad diterangkan, ketika kaum Tsaqif masuk Islam, mereka mengajukan satu syarat kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, yaitu supaya dibebaskan dari kewajiban bersedekah dan jihad. Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Mereka akan melakukan (mengerjakan) sedekah dan jihad."