Vaksinasi di Jabar Dimulai Kamis, Ridwan Kamil Imbau Masyarakat Jangan Ragu

Vaksinasi di Jabar Dimulai Kamis, Ridwan Kamil Imbau Masyarakat Jangan Ragu
dok/inilahkoran

INILAH, Bandung - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan vaksinasi Covid-19 di wilayahnya bakal dimulai pada Kamis (14/1/2021) mendatang. 

Dia berharap, seluruh pihak termasuk awak media turut memastikan vaksinasi di Jabar dapat berjalan dengan baik. Ridwan Kamil juga mengimbau masyarakat agar tidak memiliki keraguan untuk disuntik vaksin Covid-19.

"Vaksinasi akan dilakukan hari Kamis (14/1/2021). Besok kalau tidak ada halangan yang akan dilakukan vaksinasi adalah Bapak Presiden. Sesuai arahan, kepala daerah, gubernur, wali kota, tokoh masyarkat sebagai simbol keteladanan itu akan dimulai hari Kamis," ujar Ridwan Kamil usai mengecek kesiapan rumah sakit (RS) darurat bagi pasien Covid-19 bergejala ringan di kompleks Sekolah Calon Perwira (Secapa) Angkatan Darat (AD) di kawasan Hegarmanah, Kota Bandung, Selasa (12/1/2021).

Emil -sapaan Ridwan Kamil- bakal mendampingi Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum untuk mendapatkan suntikan vaksin. Selain itu, Kapolda Jawa Barat bersama sejumlah ulama pun akan menunjukan contoh kepada masyarakat dengan turut disuntik vaksin.  

"Ulama-ulama juga sudah beberapa menyatakan kesiapan," imbuhnya. 

Emil mewanti-wanti agar media dan masyarakat menghindari berita-berita bohong (hoaks) demi kelancaran vaksinasi Covid-19. Terlebih, menurut dia, kekhawatiran yang selama ini kerap dikeluhkan masyarakat seluruhnya sudah terjawab.

"Jika khawatir urusan klinis kesehatan, BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) sudah memberikan izin kemarin. Jika urusannya kehalalan, MUI (Majelis Ulama Indonesia) sudah mengeluarkan fatwa. Jadi, tidak ada alasan untuk meragukan," tegas dia.

Selain itu, Emil mengingatkan berdasarkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular, semua pihak yang diwajibkan menjalani vaksinasi tidak boleh menolak.

"Kalau menolak dianggap membahayakan masyarakat dan negara. Oleh karena itu, ada denda sampai jutaan yang tentunya tidak kita inginkan," tegasnya lagi. 

Meskipun vaksinasi Covid-19 telah dimulai, namun Kang Emil menekankan, masyarakat wajib tetap menerapkan protokol kesehatan 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan sebagai cara yang efektif untuk menghindari penularan Covid-19.

"Vaksin tidak 100 persen bisa menyelesaikan masalah (pandemi) ini, harus dikombinasi tetap dengan 3M. Jadi, 3M itu tidak boleh berhenti walaupun vaksin itu disuntikan kepada kita sampai ada pengumuman bahwa tidak ada lagi status pandemi di republik ini," pungkasnya. (Rianto Nurdiansyah)