Vaksin Covid-19 Tersimpan di Dinkes Kota Bogor, Polisi Siap Amankan dan Lawan Hoaks

Vaksin Covid-19 Tersimpan di Dinkes Kota Bogor, Polisi Siap Amankan dan Lawan Hoaks
Foto: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Truk pembawa Vaksin Covid-19 Sinovac akhirnya tiba di kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Jalan Kesehatan, Kecamatan Tanah Sareal, Selasa (12/1/2021). Vaksin itu dibawa dari Bandung menuju ke Kota Bogor dengan menggunakan kendaraan truk bernopol B 9274 CXS. 

Pengawalan ketat juga dilakukan pihak kepolisian selama di perjalanan. Kendaraan truk box bersuhu dingin pembawa vaksin tiba sekitar pukul 13.00 WIB. Vaksin Sinovac diterima langsung Wali Kota Bogor Bima Arya didampingi Wakil Walikota Bogor Dedie A Rachim, Kapolresta Bogor Kota Kombes Polisi Susatyo Purnomo Condro dan Kepala Dinas Kesehatan Sri Nowo Retno. 

"Kami sudah siap semua, untuk melakukan pemberian vaksin yang dilakukan tanggal 14 Januari 2020. Tetapi akan ada seremoni didahului 10 penerima pertama pak wakil wali kota, forkopimda, ketua MUI, direktur rumah sakit dan kadinkes," ungkap Bima kepada wartawan.

Bima melanjutkan, kemudian vaksin akan diberikan bertahap untuk 9.150 penerima tenaga kesehatan yang akan dilakukan di 64 fasilitas kesehatan ada rumah sakit, puskesmas dan klinik. 

"Jadi sudah dijadwalkan secara bertahap selama dua bulan, ini tahap pertama dulu. Prioritas ke tenaga kesehatan," tambahnya.

Bima memastikan, meski banyak keluhan dari beberapa negara tentang vaksin ini, ia menjamin sudah ada emergency use exit dari BPOM sudah dinyatakan lolos dan aman. 

"Saya kira kita berpegangan kepada itu. Belum ke masyarakat, kan ini tenaga kesehatan dulu, jadi ini belum terbuka untuk semua. Sekali lagi saya sampaikan diprioritaskan untuk nakes yang jumlahnya tadi 9.150, jadi ini difokuskan kepada 9.150 tenaga kesehatan, semuanya sudah diinformasikan, sudah dijadwalkan tempat dan waktunya dimana," jelasnya.

Bima juga membeberkan, bahwa dirinya tidak di vaksin karena dilarang oleh pemerintah pusat oleh kementrian kesehatan, karena ada beberapa kelompok yang dikeluarkan dari penerima, nomor satu ada penyintas. Dirinya termasuk penyintas, kemudian yang memiliki komorbid, termasuk auto imun, ibu hamil dan ibu menyusui itu dikeluarkan. 

"Jadi saya dikeluarkan itu karena sebagai penyintas," tegasnya.

Sementara itu, Kapolresta Bogor Kota Kombes Polisi Susatyo Purnomo Condro mengatakan pihak akan memberikan pengamanan 24 jam vaksin ini, sebanyak yang tadi disampaikan sampai nanti semuanya terdistribusikan kepada tenaga kesehatan. Akan ditempatkan personel disini temasuk siber patrol terhadap isu-isu hoaks terkait dengan adanya vaksin ini. 

Susatyo menegaskan, pihaknya ingin masyarakat aman dan nyaman serta pikirannya tidak terganggu dengan berita-berita hoaks yang bisa membuat masyarakat pesimis. 

"Kami harus bangun pikiran sehat dari pada masyarakat kita di Kota Bogor ini," pungkasnya. (Rizki Mauludi)