Polda Jabar Buka Peluang Adanya Tersangka Baru Dalam Kasus Protitusi Online

Polda Jabar Buka Peluang Adanya Tersangka Baru Dalam Kasus Protitusi Online
dok/inilahkoran

INILAH, Bandung - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat membuka peluang adanya tersangka baru dalam kasus prostitusi online jaringan nasional, yang melibatkan model cantik berinsial TA. Kemungkinan itu terbuka, usai penyidik melakukan pemeriksaan terhadap tujuh saksi.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago mengatakan, polisi akan terus melakukan pengembangan atas kasus prostitusi online dibawah asuhan Mami Alona tersebut. Salah satunya dengan membuka peluang adanya tersangka baru.

"Kemungkinan ada (tersangka baru), karena kita terus berupaya untuk memberantas kegiatan prostitusi online ini," ucap Erdi saat ditemui di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Selasa (12/1/2020).

Lebih lanjut, Erdi mengungkapkan penyidik telah merampungkan pemeriksaan terhadap tujuh orang saksi. Satu di antaranya, model cantik Sasha Carissa.

"Iya yang kemaren yang rencana diminta keterangan itu sudah hadir semua, sudah diperiksa semua," ungkapnya.

Erdi menyebutkan, ketujuh saksi tersebut diperiksa dengan dua cara. Diperiksa langsung di Mapolda Jabar dan melalui aplikasi zoom meeting dikarenakan berhalangan hadir.

"Ada tujuh ya, tapi ada dua kegiatan, ada yang langsung dimintai keterangannya, tapi ada lagi yang menggunakan zoom karena kesibukannya. Namun nanti untuk penandatanganan berita acaranya yang bersangkutan pasti hadir," pungkasnya.

Untuk diketahui sebelumnya, Subdit V Siber Dit Reskrimsus Polda Jabar mengungkap kasus prostitusi online jaringan nasional. Tiga mucikari kelas kakap pun berhasil diamankan.

Ketiga mucikari AH, RJ dan MR tersebut telah mejalankan bisnis haramnya sejak 2016. Selama empat tahun, para mucikari mampu mengembangkan jaringan bisnisnya hingga ke seluruh wilayah di Indonesia.

Kasus ini juga sempat menyeret seorang selebgram sekaligus model majalah dewasa berinisial TA ditangkap Subdit V Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Jabar dalam kasus prostitusi online. Berdasarkan hasil penyidikan, TA memiliki tarif Rp75 juta untuk sehari kencan. (Ridwan Abdul Malik)