Berpotensi Menguntungkan, DPRD Jabar Minta Pemprov Fokus Garap Empat Sektor Ini

Berpotensi Menguntungkan, DPRD Jabar Minta Pemprov Fokus Garap Empat Sektor Ini
net

INILAH, Bandung – Sekretaris Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat Yunandar Rukhiadi Eka Perwira mengatakan, berdasarkan hasil pengamatannya ada empat sektor yang mampu bertahan dari dampak pandemi Covid-19. Sehingga menurutnya perlu dimaksimalkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov), karena berpotensi mempercepat pemulihan ekonomi.

Empat sektor tersebut yaitu sektor pertanian, telekomunikasi, pendidikan, dan limbah. Dia menjelaskan, ketimbang anggaran diperuntukkan pada infrastruktur dan pariwisata. Lebih baik kata Yunandar, pemerintah fokus pada bidang tersebut. Selain berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat, tetapi juga dapat menjadi peluang untuk menambah pemasukan daerah.

“Terkait pemulihan ekonomi, ada empat sektor yang tetap tumbuh ketika pandemi. Ini potensi yang bisa didorong di masa Covid seperti sekarang. Misal pertanian, selain kebutuhan pangan tidak bisa ditawar. Bagaimana kita juga bisa menjamin kebutuhan pangan pada 2021 ini. Baik pertanian, tanaman pangan, peternakan, ataupun perikanan. Harus ada anggaran yang besar untuk mendorong produktivitas pelaku lebih maksimal. Banyak hal yang bisa bermanfaat langsung kepada masyarakat. Jangan memikirkan yang lain dulu, seperti infrastruktur ataupun pariwisata karena itu untuk jangka panjang. Kemudian telekomunikasi. Saat ini kebutuhan internet tumbuh pesat. Harusnya ini bisa jadi peluang besar untuk bisnis, terutama UMKM. Tinggal dipikirkan, bagaimana berinovasi di bidang itu,” papar Yunandar kepada INILAH, Selasa (12/1/2021).

“Selanjutnya pendidikan. Ini ada kaitan juga dengan telekomunikasi. Seiring dengan adanya pandemi, sistem pendidikan jadi online. Harusnya dibangun fasilitas yang memadai dalam mendukung pendidikan online ini, agar masuk ke seluruh pelosok. Terakhir mengenai limbah. Limbah medis dari penanganan Covid-19 oleh rumah sakit masih belum tertangani dengan baik. Padahal di Jawa Barat ada anak perusahaan dari BUMD, Jasa Medivest namanya. Khusus menangani limbah medis. Harusnya pemerintah bisa mendorong agar Jasa Medivest ini untuk berperan lebih maksimal, dengan membangun kerjasama kepada rumah sakit agar limbahnya ditangani. Selain bisa jadi sumber pendapatan, tapi juga bisa mengatasi limbah medis yang dapat membahayakan lingkungan,” sambungnya.

Dia berharap, pemerintah dapat mulai melirik potensi tersebut dan dijadikan program dengan inovasi agar dapat menjadi celah keuntungan dalam menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD). Selain tentu saja memberikan manfaat langsung kepada masyarakat di tengah pandemi, sekaligus perlahan memulihkan ekonomi yang sempat anjlok.

“Saya rasa empat hal tersebut bisa jadi program pemerintah. Tinggal bagaimana mengatur anggarannya. Saya rasa kembali lagi, bagaimana skala prioritasnya saja. Tapi alangkah baiknya diutamakan untuk kebutuhan masyarakat saat ini, terutama dalam rangka pemulihan ekonomi,” tutupnya. (Yuliantono)