Dinas PUPR Kab Bogor Siapkan Rp40 Miliar Lanjutkan Pembangunan Jalan Bomang

Dinas PUPR Kab Bogor Siapkan Rp40 Miliar Lanjutkan Pembangunan Jalan Bomang
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Bojonggede- Proyek pembangunan lajur lambat Jalan Bojonggede-Kemang (Bomang) kembali dilanjutkan pada tahun ini. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor menyiapkan dana Rp40 Miliar.

Dana sebesar itu disiapkan untuk menyambungkan insfrastruktur jalan dari Kampung Pasangrahan, Desa Susukan, Kecamatan Bojonggede dengan Desa Nanggerang, Kecamatan Tajur Halang.

"Untuk menyambungkan insfrastruktur Jalan Bomang dari Kampung Pasangrahan, Desa Susukan, Kecamatan Bojonggede dengan Desa Nanggerang, Kecamatan Tajur Halang maka Tahun 2021 ini kami telah menganggarkan Rp 40 miliar. Mudah-mudahan setelah Detail Engineering Designnya (DED) selesai maka akan segera kami lelang," ucap Kepala DPU-PR Kabupaten Bogor R Soebiantoro kepada wartawan, Rabu, (13/1).

Mantan Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (DAPD) ini menerangkan bahwa awalnya pihaknya menyiapkan anggaran Rp 30 miliar untuk membangun lagi lajur lambat Jalan Bomang.

"Awalnya untuk melanjutkan pembangunan lajur lambat Jalan Bomang Susukan-Nanggerang sepanjang kurang lebih 2 Km, kami menganggarkan Rp 30 miliar namun karena kita juga harus membangun dinding penahan tanah maka kami menambah anggaran hingga totalnya Rp 40 miliar," terangnya.

Ditemui terpisah, Kabid Pembangunan Jalan Jembatan DPU-PR Kabupaten Bogor Adriawan menuturkan setelah proyek pembangunan lajur lambat Jalan Bomang di tahun ini, maka selanjutnya ialah menyambungkan Kampung Pasanggrahan, Desa Susukan-Simpang Bambu Kuning, Desa Bojong Baru, Kecamatan Bojonggede dan Desa Pasanggarahan, Kecamatan Tajurhalang.

"Jika masih menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tingkat II maka  perlu beberapa tahun lagi untuk menuntaskan pembangunan Jalan Bomang, karena selain harus membangun dua ruas lajur lambat, kita harus membangun fly over, jembatan plus lajur cepatnya baik arah Kemang maupun Bojonggede," tuturnya.

Kasi Bina Tehnik Khaerul Amarullah menambahkan selain menyambungkan lajur lambat Jalan Bomang, dengan bertahapnya pembangunan juga dalam rangka mengamankan aset pemerintah daerah.

"Selain fungsi insfrastruktur jalan dan kembatan, jadi ada beberapa manfaat dalam proyek pembangunan lajur lambat ini karena kalau lahannya dibiarkan maka bisa terjadi lagi penyerobotan lahan aset Pemkab Bogor. Untuk mengamankan aset lahan ini, Bupati maupun Wakil Bupati Bogor juga sudah memerintahkan Camat untuk memonitor lahan Jalan Bomang," tambahnya.

Informasi yang dihimpun Inilah, untuk menuntaskan seutuhnya pembangunan Jalan Bomang maka dibutuhkan anggaran sebesar Rp 1,6 Triliun. Oleh karena itu Pemkab Bogor pun mengirimkan proposal atau permohonan bantuan keuangan baik itu ke pemerintah pusat melalui Kementeri Badan Perencanaan Pembanguna  Nasional (Bappenas) maupun ke Pemprov Jawa Barat. (Reza Zurifwan)