Di Lembang, Ada Transformer Kampanyekan Protokol Kesehatan

Di Lembang, Ada Transformer Kampanyekan Protokol Kesehatan
Foto: Ahmad Sayuti

INILAH, Ngamprah- Berbagai upaya dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19, dan menerapkan protokol kesehatan. Seperti yang dilakukan Herti Ruhiana. 

Untuk mengedukasi warga akan pentingnya menjaga protokol kesehatan (Prokes) melalui 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan, Herti rela memakai baju karakter robot transformer lengkap dengan aksesorisnya berkeliling kampung untuk mengkampanyekam 3M. 

Warga Kampung Bewak, RT 3 RW 3 Desa Jayagiri, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat ini mengkampanyekan protokol kesehatan kepada pengguna jalan yang melintas serta para pedagang kaki lima sekaligus memberikan masker. 

Herti beralasan, penggunaan kostum robot dalam kampanye protokol kesehatan dilakukan agar masyarakat terhibur dan memahami bahaya yang mengancam nyawanya jika penyakit ini masuk ke dalam tubuh.

"Sejak muncul wabah, saya sudah berkampanye protokol kesehatan dengan memakai kostum robot. Kalau dulu pada awal-awal pandemi, saya sering ikut kegiatan penyemprotan bersama pihak desa," kata Herti, Rabu (13/1/2021).

Sebelum pandemi merebak, pria yang akrab disapa 'Kang Herti Gol' ini memiliki pekerjaan sampingan menjadi komentator pertandingan sepakbola dan menghibur penonton di stadion juga dengan berkostum robot pada setiap akhir pekan. 

"Namun sejak awal diterapkannya adaptasi kebiasaan baru (AKB) saya pernah turun ke lapangan saat kompetisi sepakbola anak usia dini. Pakai kostum lengkap, saya kampanye masker kepada para penonton sambil menjadi komentator," ujarnya.

Herti bercerita, kostum koleksinya tidak hanya robot, tapi juga ada bermotif batik, busana daerah serta corak lainnya yang disesuaikan dengan kondisi. Tak jarang, orang di sekitarnya sering mengerumuninya karena ia menggunakan kostum aneh dan nyeleneh, bahkan banyak masyarakat yang berswafoto dengan dirinya.

Sebenarnya pekerjaan sehari-hari Herti sebagai cleaning servis di sebuah perusahaan di Bandung, dan sebagai komentator bola baru berjalan selama 4 tahun. Dia mengaku bahagia bisa menghibur dan mengingatkan masyarakat, terutama anak-anak agar patuh menjaga kesehatan dan terhindar dari Covid-19.

Dalam membuat kostum, ia memanfaatkan bahan-bahan bekas alias limbah rumah tangga di sekitar tempat tinggalnya yang sudah tidak terpakai seperti styrofoam, bola plastik, tempat makan bekas, teropong mainan anak ditambah kertas HVS sebagai tambalan di bagian luar.

"Justru kalau enggak pakai kostum nyeleneh, saya enggak PD (percaya diri) waktu di lapangan, begitu juga saat kampanye protokol kesehatan. Harus nyentrik istilahnya biar jadi perhatian masyarakat," bebernya.

Meski seadanya dan tidak akan menyentuh semua lapisan, Herti berharap, dengan apa yang dilakukannya ini, masyarakat bisa sadar dan membantu memerangi Covid-19, minimal menggunakan masker saat ke luar rumah.

Apalagi, wilayah Lembang sedang dalam masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) karena kasus penyebaran Covid-19 masih tinggi.

"Ayo mulai sekarang, sayangi diri sendiri dan keluarga dengan cara mematuhi protokol kesehan dan melaksanakan 3M. Karena langkah awal untuk memutus rantai penyebaran, satu-satunya dengan cara itu," ujarnya.