JNE: Ongkos Logistik Diyakini Capai Harga Keseimbangan Baru

JNE: Ongkos Logistik Diyakini Capai Harga Keseimbangan Baru
INILAH, Bandung - Kenaikan tarif kargo pesawat berdampak langsung terhadap perusahaan  logistik. Meski demikian, PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) meyakini industri pengiriman itu tetap tumbuh signifikan.
 
VP of Marketing JNE Eri Palgunadi mengatakan, dampak dari kenaikan tarif kargo itu pihaknya menaikkan ongkos kirim rata-rata 20% pada 15 Januari lalu. Khusus area Jabodetabek dan Bandung, kenaikan tersebut akan diberlakukan akhir Maret mendatang.
 
“Penyesuaian onkos kirim untuk Jabodetabek dan Bandung nanti diumumkan akhir Maret ini. Tanggal tepatnya belum ditentukan, tapi prediksi kenaikannya kurang lebih sama sebesar 20%,” kata Eri saat seremoni penyerahan pemenang program JNE Loyality Card (JLC) Award 2019 di Bandung, Rabu (20/2/2019).
 
Menurutnya, secara bisnis adanya kenaikan ongkos kirim itu pasti ada reaksi pasar dalam jangka pendek. Namun, dikarenakan bisnis e-commerce kini sedang booming dia memprediksi nantinya akan ada harga keseimbangan baru.
 
Eri menjelaskan, biasanya demand pembelian itu meningkat menjelang Lebaran. Pada 2019 ini, hari raya umat muslim itu jatuh pada Juni mendatang. Dia meyakini, sejak Mei nanti kondisi pasar akan kembali normal.
 
“Artinya, untuk harga keseimbangan baru itu akan dicapai kira-kira 3-4 bulan sejak pemberlakukan tarif baru. Pada masa itu, kondisi pasar akan normal kembali,” ujarnya.
 
Dia menyebutkan, sejauh ini secara umum ongkos logistik di Tanah Air berada di kisaran 20%. Adanya kenaikan ongkos kirim tersebut diyakini berdampak pada laju inflasi. Namun, dia enggan menyebutkan angka pastinya. Hal itu seharusnya ditanyakan ke Kementerian Keuangan yang memiliki kewenangan.
 
“Tapi, karena secara geografis negara kita berupa kepulauan, ongkos logistik itu akan menyesuaikan cakupan area pengiriman,” tambahnya.
 
Meski demikian, Eri mengakui pasar menggunakan jasa logistik itu bukan sekadar memperhitungkan harga ongkos kirim. Namun, kini pasar cenderung memilih alternatif pengiriman dengan kejelasan informasi yang dimiliki terkait perjalanan paket yang dikirimkan. Untuk itu, JNE terus mengembangkan layanan terkait trace & tracking selain meningkatkan servis dan jaringan.
 
Sementara itu, pengusaha tas dan sepatu online Agmi Adi Sonjaya mengaku keberatan dengan adanya kenaikan ongkos kirim logistik itu. Pasalnya, beban yang harus dikeluarkan semakin tinggi.
 
“Kita yang merupakan pelaku usaha di sektor produksi itu bebannya jadi tinggi. Karena usaha yang kita jalankan ini 70% menggunakan jasa logistik. Selain ongkos produksi yang makin tinggi, biaya pengiriman pun tersendat,” ucap salah seorang pemenang JLC Lucky Draw itu.
 
Dia pun meyakini kenaikan ongkos kirim tersebut dirasakan para pelanggan. Kini, para pelanggan yang tersebar di seluruh daerah se-Indonesia itu kudu membayar ongkos kirim barang yang lebih tinggi.
 
“Kenaikan ongkos kirim itu bukan hanya membebani para pelaku usaha. Tapi, customer pun akan merasa keberatan,” tambah Agmi.
 
Di bagian lain, Branch Manager JNE Bandung Iyus Rustandi mengatakan dalam gelaran JLC Award 2019 ini tak sedikit pemenang yang berasal dari Bandung. Rata-rata pemenang itu merupakan para pengusaha di bidang fesyen.
 
“Sebanyak 14 member JLC dari Bandung berhak mendapatkan voucher belanja, paket wisata ke Bali, logam mulia, handphone, dan sepeda motor. Sedangkan, 3 Member asal Bandung yang mengikuti JLC Race dengan kategori trandaksi tertinggi dan jumlah pengiriman terbanyak mendapatkan paket wisata ke Selandia Baru, sepeda motor, dan handphone,” ucapnya.
 
Dia menyebutkan, untuk jumlah pengguna kartu JLC dan transaksi terbanyak itu Bandung merupakan satu dari lima kota besar. Untuk karakteristik jenis paket yang dikirimkan, Kota Kembang ini merupakan produsen industri kreatif yang tumbuh pesat. Sedangkan, berdasarkan tipe pengirimannya 70% barang dari Bandung menggunakan moda transportasi truk.
 
Saat ini, lebih dari 18 ribu member JLC tergabung di JNE Bandung dan tercatat sebagai kota kedua dengan jumlah member terbanyak setelah Jakarta. Hal ini medorong pihaknya memaksimalkan segala sektor untuk menopang kebutuhan para pelaku usaha dengan terus memberikan pelayanan prima bagi pelanggan.
 
“Bagi pelanggan setia JNE yang belum bergabung, dapat mendaftarkan diri agar mendapatkan benefit dari setiap aktivitas pengiriman paketnya di JNE. Caranya hanya mengunjungi website https://jlc.jne.co.id/ untuk melengkapi persyaratan yang berlaku,” jelas Iyus.