Fenomena La Nina Penyebab Cuaca Ekstrem Berpotensi Timbulkan Banjir dan Longsor

Fenomena La Nina Penyebab Cuaca Ekstrem Berpotensi Timbulkan Banjir dan Longsor
Foto: Dani R Nugraha

INILAH, Bandung - Fenomena La Nina sudah berlangsung selama beberapa bulan terakhir. Namun, puncaknya akan berlangsung pada Januari hingga Maret mendatang.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Akhmad Djohara mengatakan, pihaknya akan terus waspada dan melakukan monitoring di lapangan. Terlebih, Bupati Bandung Dadang M Naser beberapa waktu lalu menetapkan status siaga darurat untuk masalah banjir, longsor, dan angin kencang.

"Ini menjadi satu kewaspadaan juga untuk melakukan monitoring atau assemen ke lapangan dan persiapan-persiapan bagi kita (BPBD) untuk selalu siaga," ujarnya di Soreang, Rabu (13/1/2021).

Akhmad mengatakan, daerah yang paling rawan mengalami bencana seperti banjir bandang dan longsor yakni daerah di dataran tinggi kawasan selatan dan utara Kabupaten Bandung. Namun, untuk banjir genangan tentu dari berbagai arah juga harus diwaspadai jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

"Dari berbagai arah itu kalau hujan deras akan bermuara di Baleendah, Dayeuh Kolot, dan Bojongsoang. Namun untuk banjir genangan saat ini biasanya tidak berlangsung lama, cepat naik tapi cepat surut karena memang Curug Jompong sudah berfungsi dengan baik," ujarnya.

Terkait banyaknya pemukiman di wilayah perbukitan, Akhmad meminta pemerintah untuk  lebih tegas dalam penegakan peraturan daerah (Perda). Sepanjang pihaknya melakukan monitoring ke lapangan, memang banyak sekali masyarakat yang tinggal di wilayah perbukitan dan itu sangat berisiko tinggi.

"Penegakan Perda harus lebih tegas, seperti Kawasan Bandung Utara (KBU) itu kan efeknya sudah mulai kita rasakan, ketika hujan besar bagaimana wilayah kota bandung. Kita juga akan selalu monitoring melibatkan intansi-intansi terkait berdasarkan laporan dari masyarakat atau juga berdasarkan mitigasi dari pihak kita," pungkasnya. (Dani R Nugraha)