Kabupaten Cirebon Kembali Masuk Zona Merah, Ini Penjelasan Kadinkes

Kabupaten Cirebon Kembali Masuk Zona Merah, Ini Penjelasan Kadinkes
dok/inilahkoran

INILAH, Cirebon - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon menilai banyaknya kasus terkonfirmasi Covid-19 itu akibat rendahnya kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan. Hal itulah yang membuat Pemprov Jabar kembali memasukkan Kabupaten Cirebon dalam zona merah. 

Menurut Kadinkes Kabupaten Cirebon Enny Suhaeni, kembalinya Kabupaten Cirebon berada di zona merah karena beberapa indikator. Salah satunya, jumlah kasus yang meningkat dimana saat ini sudah lebih dari 4.000 kasus Covid-19. Sementara  untuk angka kesembuhan, lebih dari 700 orang. Sementara angka kematian sekitar 243 orang.

"Angka perbandingan itu sudah lebih dari 5 persen. Untuk itu Kabupaten Cirebon masuk ke dalam zona merah," ungkap Enny, Kamis (14/1/2021).

Dijelaskannya, meskipun pemeriksaan PCR sudah banyak namun saat melakukan tracing masih banyak yang hasilnya positif. Seharusnya, dari hasil tracing tersebut menghasilkan kasus negatif. Akan tetapi akibat protokol kesehatan yang diabaikan masyarakat, akhirnya  hasil tracing yang dilakukan banyak ditemukan kasus baru positif Covid-19.

"Meskipun anggaran 2021 belum ada unyuk pembiayaan tracing, akan tetapi kita tetap lakukan tracing untuk mengetahui peta penyebaran Covid-19," ujar Enny.

Untuk kembali ke oranye, sambung Enny, masyarakat harus menerapkan protokol kesehatan dan diam dirumah. Saat ini, satgas Covid-19 tingkat desa harus lebih masif lagi dalam mengkampanyekan protokol kesehatan kepada masyarakat.

Dari jumlah kasus yang ditemukan oleh pihaknya, klaster keluarga menjadi penyumbang terbanyak kasus Covid-19 di Kabupaten Cirebon.

"Kasus terbanyak di Kabupaten Cirebon berasal dari klaster keluarga, jadi dirumah juga harus terapkan protokol kesehatan. Satgas sedang bekerja ke setiap kecamatan untuk memantau protokol kesehatan," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Tibum Tranmas Satpol PP Kabupaten Cirebon Dadang Priyono mengakui pihaknya sedang memantau pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).
Ini dilakukan karena Kabupaten Cirebon masuk ke dalam zona merah risiko tinggi penyebaran wabah Covid-19. 

"Kami sedang memantau pelaksanaan PPKM. Kami menghimbau kepada masyarakat, untuk tetap menjalankan protokol kesehatan. Jangan keluar rumah kalau memang tidak ada yang urgent. Pemkab juga sudah menerapkan WFH," tukasnya. (Maman Suharman)